Breaking News:

Pernyataannya Soal 'Pengungsi Gempa Maluku Jadi Beban' Dikritik, Wiranto Beri Klarifikasi

Pernyataan Menko Polhukam Wiranto yang menyebut banyaknya pengungsi gempa bumi di Maluku menjadi beban pemerintah, menuai kecaman.

Editor: Rohmana Kurniandari
WARTA KOTA/henry lopulalan
Menkopolhukam Wiranto bersama sejumlah tokoh Papua menyampaikan keterangan terkait kondisi keamanan Papua di kantor Menkopulhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (30/8/2019). 

TRIBUNTERNATE.COM - Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang menyebut banyaknya pengungsi gempa bumi di Maluku menjadi beban pemerintah, menuai kecaman dari berbagai pihak.

Salah satu anggota DPRD Maluku Rovik Akbar Affifudin mengatakan, pernyataan Wiranto terkait pengungsi di Maluku sangat melukai perasaan seluruh masyarakat.

Khususnya, bagi warga di Maluku yang terdampak langsung bencana tersebut.

“Bencana gempa di Maluku ini korban jiwanya banyak, rumah-rumah juga banyak yang rusak. Seharusnya negara menguatkan secara psikologis, bagi warga yang masih trauma," kata Rovik kepada Kompas.com, Jumat (4/10/2019).

Menurut Rovik, persoalan pengungsi di Maluku seharusnya direspons dengan baik oleh pemerintah pusat.

"Jujur kami sangat tersinggung dengan pernyataan Pak Wiranto,”kata Rovik.

Rovik mengatakan, selain karena masih trauma, banyak warga memilih mengungsi karena gempa tersebut merusak banyak rumah-rumah warga.

Bahkan, hingga saat ini gempa-gempa susulan masih terus terjadi.

Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut, pernyataan Wiranto yang menyebut pengungsi Maluku menjadi beban pemerintah sangat tidak elok.

“Pernyataan seperti itu menandakan Pak Wiranto tidak punya hati nurani,"kata Rovik.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved