Begini Nasib 2 Polisi Pengemudi Rantis yang Tabrak Mahasiswa dan Driver Ojol

Dua anggota polisi yang mengemudikan kendaraan taktis (Rantis) jenis tambora saat aksi ricuh unjuk rasa mahasiswa dijatuhi sanksi.

Begini Nasib 2 Polisi Pengemudi Rantis yang Tabrak Mahasiswa dan Driver Ojol
Serambi Indonesia/Muhammad Nazar
ILUSTRASI RANTIS - Polisi menempatkan kendaraan rantis milik Polres Pidie, Sabtu (20/10/2018), di tanah sengketa yang diperebutkan Gampong Sagoe dan Ujong Pie, Kecamatan Muara Tiga (Laweung). SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR 

TRIBUNTERNATE.COM - Dua anggota polisi berinisial Bripda IA dan Bripda AA akhirnya dijatuhi sanksi oleh Bidang Propam Polda Sulsel.

Diketahui kedua anggota polisi ini yang mengemudikan kendaraan taktis (Rantis) jenis tambora saat aksi ricuh unjuk rasa mahasiswa bulan September lalu.

Kedua pengemudi tersebut terbukti bersalah telah menabrak mahasiswa Universitas Bosowa Dicky Wahyudi dan seorang driver ojek online bernama Irfan Rahmatullah pada Jumat (27/9/2019) lalu.

"Kedua anggota polisi yang dimaksud dihukum patsus (penempatan khusus) selama 21 hari dan tidak diperbolehkan mengikuti pendidikan selama 6 bulan ke depan," kata AKP Abdul Rahman yang merupakan penuntut dari Propam Polda Sulsel, Minggu (2/11/2019).

Rahman mengatakan, sidang disiplin untuk kedua polisi tersebut digelar pada Jumat (1/11/2019) lalu.

Dalam putusan yang dibacakan, kedua anggota Polri itu melanggar Pasal 4 huruf A dan huruf D Peraturan Pemerintah RI Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.

Namun, Rahman mengatakan kedua polisi itu tidak langsung ditahan. 

"Dilengkapi administrasinya dulu baru dilaksanakan patsusnya," Rahman menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, Dicky Wahyudi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bosowa menjadi korban tabrakan kendaraan taktis milik polisi saat kericuhan aksi unjuk rasa di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Jumat (27/9/2019) malam. 

Dicky yang kala itu mencoba menghindari mobil Tambora milik Shabara Polda Sulsel itu malah tertabrak karena kendaraan taktis tersebut melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Dicky pun harus dioperasi karena kejadian ini.

Sementara itu Irfan Rahmatullah (37), driver ojek online di Makassar, yang juga ditabrak saat ricuh aksi unjuk rasa di sekitar Jalan Urip Sumoharjo tak lagi bisa bekerja dan hanya bisa terbaring di kasur kamarnya. (Kompas.com/Himawan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengemudi Rantis yang Tabrak Mahasiswa dan Driver Ojol Ditahan dan Dilarang Ikut Pendidikan"

Editor: Sri Handayani1
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved