Breaking News:

Kontroversi Sukmawati Soekarnoputri: Ijazah Palsu, Laporkan Rizieq hingga Dugaan Penodaan Agama

Sukmawati baru-baru ini dilaporkan atas dugaan penodaan agama. Ia pernah diadukan dengan masalah yang sama serupa tahun 2018.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sukmawati Soekarnoputri berjalan usai berbicara kepada wartawann di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018). Ia meminta maaf dan mengatakan tidak berniat menghina umat Islan Indonesia dengan puisi yang dibacakannya pada saat pageralan 29 tahun Anne Avantie. Dia mengaku sebagai seorang muslimah yang bersyukur dan bangga akan keislamannya. 

Penyelidik Bareskrim Mabes Polri pada akhirnya menghentikan penyelidikan kasus dugaan penodaan agama yang menjerat Sukmawati. Penyelidik menyimpulkan tidak ada perbuatan melawan hukum atau tindakan pidana dalam kasus tersebut.

"Disimpulkan tidak ditemukan perbuatan melawan hukum atau perbuatan pidana, sehingga perkara tersebut tidak dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri saat itu, M Iqbal, pada 17 Juni 2018.

4. Kembali dilaporkan atas dugaan penodaan agama

Sukmawati kembali dilaporkan ke polisi atas dugaan kasus penodaan agama baru-baru ini.

Sukmawati disebut telah menghina agama Islam saat menghadiri diskusi bertajuk "Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme".

Sudah ada tiga pihak yang melaporkan Sukmawati. Pertama, Sukmawati dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 15 November 2019. Pasal yang disangkakan dalam laporan itu adalah Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama.

Pelapor menyebut diri sebagai pihak umat Islam yang merasa dirugikan atas pernyataan Sukmawati.

Pelapor kedua adalah organisasi masyarakat yang menamakan diri Forum Pemuda Islam Bima.

Ormas itu melaporkan Sukmawati ke Bareskrim Polri pada 16 November ini. Laporan dilayangkan atas nama Imron Abidin yang mewakili Forum Pemuda Islam Bima.

Namun, surat laporan polisi (LP) atas laporan tersebut belum diterbitkan Bareskrim.

Sukmawati dilaporkan karena hal yang sama ke Polda Metro Jaya pada Senin kemarin. Pelapor yang bernama Irfan mengaku tersinggung atas pernyataan Sukmawati dalam diskusi tersebut.

Dalam diskusi itu, pelapor menemukan pernyataan Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Soekarno.

Pernyataan Sukmawati itulah yang diduga menistakan agama Islam.

Sukmawati membantah telah menistakan agama Islam. Menurut dia, informasi yang tersebar di media sosial telah diubah oleh orang tak bertanggung jawab.

"Jadi, setelah ibu perhatikan dan ibu amati, saya merasa sangat dirugikan oleh media online yang mempunyai pemikiran usil, tangan-tangan jahil untuk mengubah kata-kata saya dan diedit," kata Sukmawati dalam acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Senin.

Menurut Sukmawati, kala itu, dia hanya melontarkan pernyataan yang diajukan perekrut kelompok radikalis dan terorisme. Dia juga menyatakan tak pernah membandingkan jasa Nabi Muhammad dan Bung Karno.

Saat diskusi berlangsung, dia hanya melontarkan pertanyaan kepada peserta diskusi yang didominasi generasi milenial terkait Nabi Muhammad dan Bung Karno.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kontroversi Sukmawati: Ijazah Palsu, Laporkan Rizieq, dan Dugaan Penodaan Agama"
Penulis : Nursita Sari

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved