Breaking News:

Benny Tjokro Kirim Surat 'Kisah Petani Cabe', Jenuh Terus Disudutkan di Kasus Jiwasraya & Asabari?

Pengusaha dan pemilik PT Hanson Internasional Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro (BenTjok) angkat suara terkait kasus Jiwasraya.

Editor: Sri Handayani1
KONTAN/Fransiskus Simbolon
BENNY TJOKRO. Direktur Utama PT.Hanson International Tbk Benny Tjokro DI Jakarta, Jumat (01/02) 

Kejaksaan sudah menyita sejumlah aset Benny, termasuk 84 aset tanah di Kabupaten Lebak, Banten, serta 72 tanah di Tangerang, Banten.

Video Hotman Paris Duduk Santai Dekat Orang Shalat Jelang Pemakaman Gus Sholah Viral di Medsos

Divonis 30 Tahun, Kondisi Ruang Penjara Reynhard Sinaga Mirip Azkaban di Harry Potter, Ini Fotonya

Asabri juga mengincar pengembalian dana dari Benny. Menurut penuturan petinggi Asabri, Benny sudah memberi komitmen pengembalian dana Rp 5,1 triliun.

Nasabah Emco Asset Management yang reksadananya mengalami gagal bayar juga mengincar aset Benny.

Sumber KONTAN, yang merupakan nasabah Emco, mengisahkan, manajemen Emco menyebutkan ada jaminan pengembalian dana dari Benny. Menurut dia, nilai kerugian yang ditanggung nasabah mencapai Rp 2,4 triliun.

Di saat yang sama, salah satu perusahaan milik Benny, PT Hanson International Tbk (MYRX), juga terlilit masalah pengembalian dana nasabah, setelah diminta OJK menghentikan penawaran surat utang jangka pendek ke masyarakat. Belakangan, koperasi terafiliasi Hanson juga gagal bayar.

Diskusi penyelesaian tagihan

Menilik nilai aset emiten yang terafiliasi dengan Benny, akan sulit bagi Benny membayar semua pihak yang mengincar asetnya.

Jumlah aset MYRX, NUSA, RIMO, ARMY dan POSA, semuanya emiten terafiliasi atau dimiliki Benny, mencapai sekitar Rp 22,33 triliun.

Tapi pengacara Benny Tjokro, Bob Hasan, mengatakan, jumlah tagihan yang harus dibayar kliennya cuma kurang lebih Rp 5 triliun. "Untuk memenuhi jumlah tagihan yang kurang lebih Rp 5 triliun tersebut dapat diatur," ujar dia kepada KONTAN, Senin (3/2).

Bob mengatakan, diskusi lebih lanjut terkait penyelesaian tagihan masih dilakukan. Pasalnya, harus ada kesepakatan dengan beberapa perusahaan. "Terlebih, ada beberapa perusahaan yang porsi saham milik Benny sejatinya terbilang kecil," terang Bob.

Benny sendiri menolak disebut sebagai pihak bertanggungjawab.

Dalam surat yang disampaikan ke wartawan, ia mempertanyakan kenapa manajer investasi lain yang merugi tidak ditangkap. 

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Merasa terus disudutkan, BenTjok lagi lagi angkat bicara dan Banyak Pihak Mengincar Aset Milik Benny Tjokrosaputro

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved