Senin, 27 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Hari Pers Nasional

Hari Pers Nasional, Jokowi: Negara Butuh Kehadiran Pers dengan Perspektif Jernih

Hari Pers Nasional yang jatuh pada hari ini diperingati Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Twitter/jokowi
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno merespons pembahasan RUU KUHP di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 20 September 2019. 

TRIBUNTERNATE.COM - Hari Pers Nasional yang jatuh pada hari ini diperingati Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. 

Dirinya menyebut pentingnya pers dalam menjaga kehidupan demokrasi bangsa dari serangan hoaks hingga ujaran kebencian. 

Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi-sapaan Joko Widodo; lewat akun twitternya @jokowi pada Minggu (9/2/2020). 

Dalam statusnya, Jokowi menegaskan kehidupan bernegara yang sehat adalah masyarakat ya dapat mengakses informasi yang baik. 

"Masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang mendapatkan informasi yang sehat dan baik," tulis Jokowi. 

Oleh karena itu, Jokowi menegaskan pentingnya pers. 

Bukan hanya sebagai pilar demokrasi keempat, tetapi juga menjernihkan kekacauan informasi. 

"Negara membutuhkan kehadiran pers dengan perspektif jernihnya untuk berdiri di depan melawan kekacauan informasi, penyebaran hoaks, dan ujaran kebencian yang mengancam kehidupan demokrasi," ungkapnya. 

Jokowi Sering Merasa Gugup dan Gagap

Terlepas dari peran penting pers, Jokowi mengungkapkan perasaannya selama dirinya menjadi pejabat publik. 

Jokowi mengaku seringkali gugup ketika berhadapan dengan para wartawan. 

Jokowi pun jujur mengaku gagap ketika tidak siap menghadapi sejumlah pertanyaan wartawan.

"Tahukah Anda siapa yang kerap membuat saya gugup? Para wartawan," ungkap Jokowi. 

"Yang mengejar saya untuk doorstop interview, yang membuat saya kadang-kadang gugup dan gagap, tak siap ditanya sesuatu," tambahnya.

Rasa gugup dan gagap pun kerap kali dirasakannya, mengingat Jokowi selalu didampingi wartawan.

"Ke mana pun, selalu ikut bersama saya adalah para wartawan," ungkap Jokowi.

"Selamat Hari Pers Nasional 2020!," tutupnya. 

Empat Poin Pidato Jokowi Dalam Peringatan Hari Pers Nasional

Dikutip dari Kompas.com, Jokowi menghadiri acara Hari Pers Nasional (HPN) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada hari Sabtu (8/2/2020). 

Dalam pidatonya, seperti dikutip dari setkab.go.id, Jokowi menyebut salah satu tugas media adalah melawan penyakit information disorder atau kekacauan informasi. 

Untuk itu, menurut Jokowi, media harus dilindungi agar tetap sehat dan jernih dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

"Negara sangat membutuhkan kehadiran pers dalam perspektif yang jernih, berdiri di depan melawan penyakit information disorder (kekacauan informasi) yang sering dilakukan dengan sengaja, memerangi hoaks, ujaran kebencian, dan semburan fitnah yang juga mengancam kehidupan demokrasi kita," kata Presiden Jokowi. 

Seperti diketahui, selain menghadiri acara HPN, Jokowi juga meresmikan TPA sampah regional Banjarbakula dan meresmikan hutan pers. 

Setelah itu, Presiden Jokowi dan rombongan bertolak ke Canberra, Australia. 

Berikut ini sejumlah pernyataan Presiden Jokowi dalam pidatonya di HPN 2020 di Kalsel: 

1. Konsep ibu kota baru yang ramah lingkungan

Presiden Jokowi menegaskan kembali bahwa pemerintah akan mempercepat proses pemindahan ibu kota. 

Menurutnya, konsep pembangunan ibu kota sudah dirancang untuk memenuhi semua kriteria yang diperlukan. 

Termasuk memperhatikan aspek lingkungan. 

"Kita akan menerapkan gaya kota abad 21 yang rendah karbon, yang peduli pada lingkungan, sangat hijau, green city, smart city," ujar Jokowi.

2. Konsep perkantoran di ibu kota baru 

Konsep penataan kompleks perkantoran akan dibangun dengan inovasi kelas dunia yang ramah bagi semua orang. 

"Kantor-kantor pemerintah akan jadi smart office, semua kendaraan adalah listrik, ramah pejalan kaki, ramah pesepeda, dan dekat dengan alam," katanya. 

Selain itu, Jokowi juga menjelaskan, pembangunan di wilayah ibu kota juga diharapkan berdampak kepada daerah di sekitar. 

Daerah-daerah yang dekat dengan ibu kota tersebut juga akan dibangun fasilitas-fasilitas pendukung agar mendapat dampak pembangunan. 

Termasuk Kalimantan Selatan yang menggaungkan diri sebagai pintu gerbang ibu kota baru. 

"Fasilitas pendukung juga akan segera dibangun tidak hanya dilokasi ibu kota baru, tetapi juga di daerah-daerah sekitar dan tentu saja termasuk Kalimantan Selatan," jelasnya.

3. Presiden: Pers adalah teman saya sehari-hari

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengakui tidak bisa lepas dari keberdaan wartawan. 

Dirinya bahkan menyebut kedekatan dengan wartawan tersebut layaknya teman sehari-hari. 

"Karena insan pers adalah teman saya sehari-hari. Kenapa seperti itu? Karena ke manapun saya pergi yang selalu ikut bersama saya adalah para wartawan, menteri kadang-kadang enggak ikut tapi wartawan pasti ikut. Yang mengejar saya sehari-hari, yang menghadang saya doorstop, yang menyebabkan saya kadang-kadang gugup dan gagap karena enggak siap ditanya sesuatu juga insan pers," kata Jokowi. 

Mantan Wali Kota Surakarta tersebut mengatakan, melalui wartawan informasi tentang kinerja pemerintah bisa sampai ke masyarakat. 

"Dan yang membuat berita kegiatan saya, pemerintah untuk sampai kepada masyarakat juga insan pers. Jadi berhadapan dengan insan pers saya itu bukan benci tapi rindu tetapi selalu di hati dan selalu rindu," kata Jokowi seperti dikutip dari setkab.go.id. 

4. Wacana perlindungan untuk industri pers

Menurut Jokowi, pemerintah harus andil dalam menciptakan industri pers yang sehat. 

Dengan industri yang sehat, kualitas produk jurnalistik juga akan terjaga. 

"Oleh sebab itu, ekosistem media harus dilindungi dan harus diproteksi sehingga masyarakat mendapatkan konten berita yang baik. Untuk itu diperlukan industri pers yang sehat," kata Jokowi. 

Sebagai tindak lanjutnya, Jokowi telah meminta kepada telah para pemimpin redaksi untuk segera membuat draf regulasi terkait perlindungan dunia pers di Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Hari Pers Nasional, Jokowi : Negara Membutuhkan Kehadiran Pers Melawan Kekacauan Informasi

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved