Bareskrim Ungkap Tarif Wisata Seks 'Halal' di Puncak Bogor, Mulai Kawin Kontrak hingga Short Time

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdi Sambo mengungkap tarif wisata seks "halal" mulai dari kawin kontrak hingga short time.

Bareskrim Ungkap Tarif Wisata Seks 'Halal' di Puncak Bogor, Mulai Kawin Kontrak hingga Short Time
Kolase TribunBogor.com
Ilustrasi - prostitusi 

TRIBUNTERNATE.COM - ‎Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka di kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus praktek wisata seks "halal" di wilayah Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdi Sambo mengungkap tarif wisata seks "halal" tersebut mulai dari kawin kontrak hingga short time.

Untuk booking out short time dengan waktu 1-3 jam tarifnya Rp 500 hingga Rp 600 ribu. Sementara untuk satu malam Rp 1-2 juta.

"Kawin kontrak harganya Rp 5 juta untuk tiga hari, mereka tinggal bersama. Kalau satu minggu Rp 10 juta," ujar Ferdi Sambo di Bareskrim Polri, Jumat (14/2/2020).

Bareskrim Bongkar Wisata Seks Halal di Puncak Bogor, Bermula dari Iklan di YouTube Berbahasa Inggris

Ferdi m‎enjelaskan dua muncikari yakni NN dan OK yang menentukan harga untuk short time maupun kawin kontrak.

"Keuntungan yang diperoleh kedua muncikari 40 persen dari harga short time dan kawin kontrak. Kalau korban mendapat Rp 1 juta, mucikari mendapat 40 persennya sekitar Rp 400 ribu. Sisanya untuk korban," tuturnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya Bareskrim Polri mengungkap kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPO) bermodus wisata seks halal di Puncak, Bogor, Jawa Barat.

‎Kasus bermula dari beredarnya video di youtube dengan Bahasa Inggris ‎yang menawarkan adanya wisata seks halal di Puncak, Bogor.

Mulai Pelanggannya Turis Arab, Ini Fakta Prostitusi Berkedok Kawin Kontrak di Kawasan Puncak Bogor

Akhirnya dilakukan penyelidikan dan ditangkap lima tersangka, yakni NN (penyedia perempuan), OK (penyedia perempuan), HS (penyedia laki-laki, Warga Negara Arab), DO (yang membawa korban untuk di booking) dan AA (pemesan dan yang membayar perempuan untuk di booking).

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdi Sambo menuturkan modus yang dilakukan yakni melalui booking out kawin kontrak dan short time.

Halaman
12
Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved