Breaking News:

Dosen dan Mahasiswi Ini Jadi Tersangka Buat Konten Pura-pura Berkelahi: Bayar Ratusan Ribu ke Pemain

Dalang rekayasa baku hantam di zebra cross, Jalan MH Thamrin merupakan seorang dosen dan mahasiswa.

Editor: Sri Handayani1
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Tersangka rekayasa baku hantam, FG (pakai masker), dihadirkan polisi saat konferensi pers, di Pos Polisi Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020). 

Didi menjelaskan, alasan menerima tawaran FG lantaran butuh uang.

Namun, Didi menyatakan enggan melakukan hal yang konyol seperti membunuh orang dan sebagainya.

"Karena itu rekayasa berantamnya, kami mau. Tapi, kalau dibayar untuk bunuh orang, amit-amit. Saya dan teman-teman mending jadi sopir bajaj," beber Didi.

Sementara itu, FG yang mengenakan masker dan baju biru ini menyatakan menyesal.

"Saya betul-betul menyesal melakukan ini," kata FG, di tempat dan waktu yang sama.

5. Pelaku YA Transfer Uang ke Akun Instagram

Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Susatyo, mengatakan pelaku YA mentransfer ratusan ribu rupiah kepada satu akun Instagram.

Susatyo menyatakan, tujuan YA melakukan ini demi meningkatkan pengikut di media sosialnya.

"Mbx Yeyen ini adalah akun yang digunakan tersangka kedua (YA) yang merekam. Tetapi ditulisannya, bahwa seolah-olah ini adalah nyata," ujar Susatyo.

"Ini sudah ada viewers 2.653. Kemudian diviralkan lagi di sebuah channel, dan ini viewersnya 116.650," sambungnya.

Artinya, kata dia, hampir 118 ribu warganet menyaksikan video rekayasa tersebut.

"Jutaan tiap hari melintas di MH Thamrin, akan membuat resah. Mengapa kepolisian turun langsung, untuk melakukan penyidikan untuk kasus ini agar tak terulang," tegas Susatyo.

Dia pun mengimbau agar pemilik akun media sosial tak sembarangan membikin konten.

"Kami harapkan semua akun-akun dan channel youtube dan menyebarkan terkait viralnya kasus kekerasan di ruas protokol Thamrin ini, segera dihentikan dan dihapus," kata dia.

6. Terancam 10 tahun penjara

YG dan YA telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto, mengatakan FG dan YA dikenakan Pasal 28 Ayat (1) Jo Pasal 45A Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016.

Pasal tersebut menjelaskan tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik dan atau Pasal 14 sub.

Mereka juga dapat dikenakan Pasal 15 Nomor 1 Tahun 1946, tentang peraturan hukum pidana dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.

"FG dan YA dapat kami sangkakan pasal tersebut dan dengan ancaman sepuluh (10) tahun penjara," ujar Heru, saat konferensi pers, di Pos Polisi Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020). (Muhammad Rizki Hidayat)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Buat Konten Pura-pura Berkelahi: Dosen dan Mahasiswi Ini Jadi Tersangka, Sudah Bayar Ratusan Ribu

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved