Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Sering Sindir Telkom, Erick Thohir Ditantang Ambil Alih Saham Telkomsel dari SingTel

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ditantang untuk mengambil alih saham Telkomsel dari SingTel

Editor: Sansul Sardi
Tribunnews/Herudin
Pengusaha Erick Thohir saat diwawancara secara khusus oleh Tribunnews, di Jakarta, Senin (30/9/2019). Wawancara tersebut seputar aktivitas Erick Thohir saat ini dan juga isu dirinya yang dicalonkan menjadi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode kedua. 

TRIBUNTERNATE.COM - Belakangan ini perusahan plat merah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk ( Telkom) kerap kali mendapat sindiran dari Menteri BUMN Erick Thohir.

Pasalnya, Telkomsel dinilai akan lebih leluasa mencari pendanaan melalui pasar modal jika saham perusahaan tersebut sepenuhnya dikuasai oleh pihak Indonesia, yakni oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk ( Telkom).

Sejauh ini kepemilikan saham Telkomsel adalah Telkom sebesar 65 persen dan Singapore Telecommunications ( Singtel) 35 persen.

Pengamat pasar modal Satrio Utomo menuturkan Telkomsel akan bisa lebih cepat berkembang jika perusahaan tersebut melantai di bursa saham melalui IPO.

Akan tetapi, saat ini aksi korporasi tersebut dinilai sulit karena keberadaan Singtel di Telkomsel.

Tengah Diusulkan ke Jokowi dan Sri Mulyani, Erick Thohir Mau Bubarkan 5 Anak Usaha Garuda Indonesia

Beri Kritikan ke Telkom, Erick Thohir Sebut Bisnis Cloud Dikuasai Asing

"Saya menduga IPO Telkomsel sulit direalisasikan karena Singtel ada di sana. Karena itu, yang menjadi challenge adalah Menteri BUMN Erick Thohir apakah bisa mengambil alih saham Telkomsel dari Singtel?" ujarnya Selasa (19/2/2020).

Menurut Satrio, mengambil alih saham Telkomsel dari Singtel jauh lebih penting ketimbang mewacanakan pemisahan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi seluler tersebut dari Telkom.

Pasalnya, jika pemisahan itu terealisasi, hal itu akan memberi dampak buruk terhadap pemegang saham, utamanya yang minoritas atau pemegang saham publik.

Satrio Utomo tak menampik bahwa statement Erick Thohir yang mewacanakan pemisahan Telkomsel dari Telkom menambah sentimen negatif hingga membuat saham emiten berkode TLKM tersebut terus melemah.

Ini karena investor khawatir.

Hingga kemarin, saham Telkom ditutup di posisi Rp 3.620 per saham.

Harga tersebut terus turun dari posisi sejak Januari yang sempat berada di level 3.920 per saham.

"Pemegang saham Telkom ini mayoritas adalah investor asing. Mereka melakukan aksi net sell. Ketika asing menjual, investor domestik tak banyak yang menyerap. Perhatian investor yakni seputar kinerja. Investor masih menunggu laporan kinerja keuangan perusahaan," lanjut Satrio.

Erick Thohir Sering Sindir Telkom

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kerap menyindir gaya bisnis PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk yang dianggap telah ketinggalan zaman.

Menurut Erick, sindiran tersebut diutarakan agar Telkom mau berbenah dan mengubah gaya bisnisnya.

“Kemarin saya bicara bukan diskreditkan Telkom atau BUMN lain, tapi saya memacu untuk inovasi dan kalau bisa pas ada senggolan itu, bisa mempercepat mengubah bisnis dari old ke new,” ujar Erick di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Erick menilai Telkom harus bisa mentransformasikan bisnisnya ke digital.

Hal ini perlu dilakukan agar Telkom tak tergerus zaman.

Begini Gambaran Bisnis Telkom (TLKM) yang Disentil Menteri BUMN Erick Thohir

Emma Sri Martini Resmi Lepas Jabatan Dirut Telkomsel, Usai Ditunjuk Jadi Dirkeu Pertamina

“Kekuatan Telkom luar biasa, jaringan dan database- nya, sayang sekali database ini atau jaringan ini diambil asing,” kata Erick.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyindir gaya bisnis PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Menurut mantan Presiden Inter Milan ini, laba dari Telkom justru malah lebih banyak disumbang dari anak usahanya, yakni PT Telkomsel.

Telkomsel sendiri menyumbang sekitar 70 persen dari laba Telkom.

Meski kontribusi laba Telkomsel sangat besar, Telkom juga masih harus berbagi keuntungan dengan Singapore Telecom atau Singtel yang juga jadi pemegang saham Telkomsel. 

Menurut Erick, meski sebagai BUMN besar dengan sumber daya mumpuni, Telkom dinilainya kurang banyak berinovasi menggenjot pendapatan dari segmen lain, seperti data cloud di dalam negeri yang malah banyak digarap perusahaan asing.

“Enak sih Telkom-Telkomsel dividen revenue digabung hampir 70 persen, mendingan enggak ada Telkom. Langsung aja Telkomsel ke BUMN, dividennya jelas,” ujar Erick di Jakarta, Rabu (12/2/2020). (Kompas.com/Akhdi Martin Pratama)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Erick Thohir Ditantang Ambil Alih Saham Telkomsel dari SingTel" dan "Erick Thohir Sering Sindir Telkom, Ini Alasannya"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved