Sebut RI Masih Negara Berkembang, Sandiaga Uno: Belum Berpenghasilan Tinggi

Pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno menilai Indonesia masih negera berkembang, belum menjadi negara maju.

Sebut RI Masih Negara Berkembang, Sandiaga Uno: Belum Berpenghasilan Tinggi
KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA
Sandiaga Uno ketika ditemui usai acara Indonesia Economic Forum di Jakarta, Rabu (20/11/2019). 

TRIBUNTERNATE.COM - Dicabutnya status Indonesia sebagai negara berkembang rupanya mendapat tanggapan dari berbagai tokoh.

Salah satunya Sandiaga Salahuddin Uno.

Pengusaha sukses ini menilai jika Indonesia masih negera berkembang, belum menjadi negara maju.

Hal itu disampaikan Sandiaga saat bicara terkait keputusan Amerika Serikat (AS) yang mencabut Indonesia dari daftar negara berkembang belum lama ini.

"Kita masih masuk negara berkembang. Padahal kita ingin lepas dari jebakan middle income trap. Kita masih negara berpenghasilan menengah, belum negara berpenghasilan tinggi," katanya saat ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Akui Indonesia Sebagai Negara Maju, AS Cabut RI dari Daftar Negara Berkembang, Ini Kata Pemerintah

Sebut Rizieq Shihab Bebas Pulang ke Indonesia, Yasonna Laoly: Kita Enggak Cekal

Untuk menjadi negara maju kata Sandiaga Uno, Indonesia harus meningkatkan output ekonomi.

Salah satu cara yang ia yakin akan mendorong ekonomi yakni adanya omnibus law Cipta Kerja.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu yakin omnibus law akan mendorong perekonomian serta investasi ke Indonesia lebih pesat lagi.

"Omnibus law ini salah satu katalis. Dengan omnibus law kita harapkan akan ada investasi masuk dan lapangan kerja tercipta," ujarnya.

Elektabilitas Prabowo Tertinggi untuk Pilpres 2024, Disusul Anies Baswedan dan Sandiaga Uno

Sandiaga Uno Tertawa saat Tanggapi Perkawinan Si Kaya Dan Si Miskin: Jodoh Itu Enggak Akan Tertukar

Selain itu, dia berharap pemerintah semakin fokus terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Halaman
12
Editor: Sri Handayani1
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved