Breaking News:

Virus Corona

Akui Ingin Buka Data Pasien Positif Corona (COVID-19), Jokowi: Tetapi Kita Juga Berhitung

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan jawabannya terkait informasi pasien positif Corona Virus Corona (COVID-19).

Editor: Sri Handayani1
Kolase TribunStyle
Presiden Jokowi umumkan dua orang di Indonesia positif virus corona. 

Awalnya Analis Kebijakan Publik Trubus Rhadiansyah, menilai pemerintah belum maksimal dalam menangani COVID-19.

Argumennya didasari melalui tingginya jumlah ODP dan PDP yang diumumkan oleh pemerintah.

"Menurut saya belum, karena saya lihat kalau mengatakan tepat berarti kan tidak ada peningkatan jumlah ODP atau PDP, tetapi kan kita lihat ada peningkatan," kata Trubus.

"Berarti selama ini penanganannya belum optimal," tambahnya.

Trubus menilai langkah pemerintah yang tidak melibatkan masyarakat juga menjadi faktor kurangnya pengikutsertaan masyarakat sipil dalam penanganan COVID-19.

"Yang ada sekarang ini, justru sifatnya top door, dari atas, maka yang terjadi masyarakat kan pasif posisinya," ujarnya.

Ia mengatakan imbas dari kebijakan yang hanya didominasi oleh pemerintah, menyebabkan kurangnya kesiapan daerah-daerah dalam menangani COVID-19.

"Karena itu kalau anda lihat, di daerah belum berjalan protokol itu sebagaimana mestinya, ada yang sudah berjalan, tapi sebagian masih belum," sambung Trubus.

Waspada! Gejala Virus Corona Muncul Lima Hari Setelah Tertular

Keluarkan Surat Edaran terkait Virus Corona, Rektor UI: Tak Ada Kegiatan Belajar secara Tatap Muka

Pernyataan Istana

Menanggapi tudingan tersebut,Tenaga Ahli Utama KSP Dany Amrul Ichdan membantah pemerintah tak maksimal mengatasi COVID-19.

Dany menjelaskan bahwa peningkatan jumlah ODP dan PDP bukan berarti pemerintah lalai dalam menangani COVID-19.

Pemeriksaan suhu tubuh di Istana, Selasa (3/2/2020)
Pemeriksaan suhu tubuh di Istana, Selasa (3/2/2020) (instagram/@sekretariat.kabinet)

Justru sebaliknya, Dany mengatakan peningkatan jumlah tersebut, menandakan pemerintah terus bergerak aktif mendeteksi potensi-potensi COVID-19 yang ada di masyarakat.

"Kita juga pemerintah melihat, terlepas dari kekurangan dan kelebihan yang ada, yang perlu saya sampaikan adalah kenaikan jumlah orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan, tidak menunjukkan bahwa kita jelek," kata Dany.

"Dengan penambahan orang dalam pemantauan, berarti menunjukkan bahwa pemerintah telah berhasil untuk melihat segmen-segmen mana, atau populasi-populasi mana yang dianggap atau punya risiko memberikan penularan, maka dilakukan observasi, dan isolasi."

"Jadi penambahan jumlah orang dalam pemantauan menunjukkan keseriusan pemerintah di dalam mensegmenkan, dan memberlakukan orang dalam pemantauan, sehingga bisa dieliminir risiko-risiko yang akan ditimbulkan," pungkasnya.

Lihat videonya di bawah ini mulai menit ke-14.00:

(TribunWow.com/Anung)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Jokowi Jujur Akui Ingin Buka Data Pasien Positif Corona (COVID-19): Tetapi Kita Juga Berhitung

Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved