Breaking News:

Ibunda Jokowi Meninggal Dunia

Cerita Penggali Kubur Keluarga Presiden Jokowi yang Tak Pernah Minta Upah: Takutnya Akan Membudaya

Suripto menjadi penggali kubur yang mendapat amanah keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Editor: Sri Handayani1
Tribunnews.com/Endra
Presiden Joko Widodo menggelar jumpa pers di rumah duka ibundanya di Sumber, Banjarsari, Solo, Rabu (25/3/2020) malam. 

TRIBUNTERNATE.COM - Selain keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi sorotan publik, rupanya ada salah seorang lagi yang turut menarik perhatian.

Di mana orang tersebut bernama Suripto yang menjadi penggali kubur dan mendapat amanah keluarga Jokowi.

Kini, dia bertugas menggali pusara ibunda Jokowi Sudjiatmi Notomihardjo atau akrab disapa Eyang Noto.

Eyang Noto yang meninggal dunia pada Rabu (25/3/2020) pukul 16.45 WIB di RST Slamet Riyadi Solo karena penyakit kanker akan dikebumikan di makam keluarga Mundu, Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng hari ini pukul 13.00 WIB.

Suripto telah menjalani profesi sebagai penggali kubur sejak tahun 2013.

Suripto yang bertugas menggali makam untuk ibunda Jokowi Sudjiatmi Notomihardjo di pemakaman keluarga di Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng, Kamis (26/3/2020).
Suripto yang bertugas menggali makam untuk ibunda Jokowi Sudjiatmi Notomihardjo di pemakaman keluarga di Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng, Kamis (26/3/2020). (TribunSolo.com/Adi Surya)

"Saya sudah melakoni profesi itu selama tujuh tahun," ujar Suripto kepada TribunSolo.com, Kamis (26/3/2020).

"Untuk proses penggalian pusara keluarga Pak Jokowi yang tanggung jawab menggali dari awal itu saya," imbuhnya membeberkan. 

Penampakan Makam Keluarga Jokowi yang Sederhana hingga Penggali Kubur Sebut Tanahnya Mudah Digali

Tak Hanya Ajak Doakan Ibunda Jokowi, Fahri Hamzah: Ini Saatnya Kita Menemani Presiden

Suripto mengaku sudah menggali pusara untuk keluarga Presiden Jokowi sejak pemakaman nenek orang nomor satu di Indonesia itu. 

"Mulai dari nenek, bapak, dan adik iparnya Pak Jokowi, terus ini saya diberi amanah lagi," akunya. 

Pria paruh baya itu melakukannya tanpa pamrih dan dibatu tujuh rekannya saat menggali pusara Eyang Noto.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved