Wabah Corona, Alberto Goncalves Rela Gajinya Dipotong 75 Persen Akibat Liga 1 Dihentikan

Penyerang naturalisasi Indonesia, Alberto Goncalves akhirnya bereaksi menanggapi Surat Keputusan terbaru yang dikeluarkan PSSI beberapa waktu.

TribunJakarta.com/Wahyu Septiana
Penyerang naturalisasi Indonesia, Alberto Goncalves saat ditemui setelah menjalani latihan bersama Timnas Indonesia, Jumat (7/6/2019). (TribunJakarta/Wahyu Septiana) 

TRIBUNTERNATE - Penyerang naturalisasi Indonesia, Alberto Goncalves buka suara terkait surat dari PSSI.

Pasalnya Surat Keputusan terbaru yang dikeluarkan PSSI itu berisi salah satu poin yang memperbolehkan klub Liga 1 dan Liga 2 melakukan perubahan kontrak kerja.

Klub hanya diberikan kewajiban membayar maksimal 25 persen dari nilai yang tertera di dalam kontrak kerja di bulan Maret, April, Mei, Juni 2020.

Penyerang andalan Madura United itu mengatakan, saat ini belum ada pembahasan dengan manajemen klub mengenai perubahan kontrak kerja.

Jika nantinya Madura United mengikuti anjuran PSSI, Beto Goncalves menerima keputusan tersebut.

"Belum tahu soal masalah gaji itu, tapi memang kalau kabar itu benar kita tidak boleh kecewa," kata Beto Goncalves, Senin (30/3/2020).

Menurut Beto, keputusan tersebut dirasa tepat karena para pemain tidak bekerja dan hanya melakukan latihan mandiri di rumah masing-masing.

Selain itu, tidak ada pertandingan karena kompetisi sepak bola di Indonesia dihentikan untuk sementara waktu.

"Keputusan ini benar, kalau kita tidak kerja memang tim akan rugi. Mereka Bayar full tapi kita tidak kerja," tambahnya.

Penyerang berusia 39 tahun itu menyadari klub tidak ada pemasukan akibat penghentian kompetisi akibat pandemi virus corona.

Halaman
12
Editor: Sri Handayani1
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved