Virus Corona
Walkot Surabaya Kunjungi Keluarga Dokter yang Meninggal Tertular Corona: Saya Janji Beri Penghargaan
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merasa kehilangan karena meninggalnya salah satu dokter yang bertugas di IGD RSUD dr Soewandhie.
TRIBUNTERNATE.COM - Kabar meninggalnya salah satu dokter IGD RSUD dr Soewandhie di Surabaya turut mengundang suasana duka bagi semua orang.
Pasalnya, dokter tersebut meninggal lantaran terinfeksi virus corona akibat dari salah satu pasiennya yang tidak jujur mengenai penyakit yang diderita.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pun merasa kehilangan karena meninggalnya salah satu dokter yang bertugas di IGD RSUD dr Soewandhie itu.
Dokter tersebut merupakan salah satu pasien positif corona dan memiliki riwayat penyakit asma.
Ia terinfeksi virus corona setelah menangani pasien positif Covid-19 yang tak jujur.
Setelah menjalani perawatan, kondisi almarhum mulai membaik.
Ia dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah tes swab-nya negatif sebanyak tiga kali.
Namun, terjadi pembengkakan pada jantung almarhum.
• UPDATE Sebaran Virus Corona di Indonesia Selasa (28/4/2020): 133 Kasus Baru di DKI, Total 4.002
• BREAKING NEWS: Tambah 415, Jumlah Kasus Virus Corona di Indonesia Jadi 9.511 per 28 April 2020
Dokter di IGD RSUD dr Soewandhie itu meninggal pada Senin (27/4/2020) pukul 17.46 WIB.
Mendengar kabar itu, Risma mendatangi keluarga almarhum untuk menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf.
Saat takziah, Risma mengucapkan terima kasih atas dedikasi almarhum selama ini.
Risma pun berjanji akan memberikan penghargaan untuk almarhum.
"Terima kasih atas semua pengabdian almarhum. Saya janji akan kembali dengan memberikan penghargaan," kata Risma kepada keluarga almarhum saat takziah ke rumah duka, Selasa (28/4/2020).
Beri semangat tenaga medis di RSUD dr Soewandhie
Pulang dari rumah duka, Risma menuju RSUD dr Soewandhie Surabaya untuk memberikan semangat dan dukungan kepada tenaga medis yang bertugas.
• Akui Siap Disuntik Virus Corona, Jerinx SID Ajukan Syarat Ini Jika Selamat: Wajib Sukarela ke . . .
• 26 Tenaga Medis RSUP Kariadi Semarang Sembuh dari Corona, Ganjar Pranowo Gembira: Alhamdulillah
Risma memerintahkan para tenaga kesehatan disiplin menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap saat menangani pasien.
Menurutnya, dokter, perawat, dan tenaga administrasi, harus mengenakan APD lengkap.
"Saya minta nanti garda terdepan harus menggunakan APD terbaik dan lengkap, baik para perawat, dokter dan juga bagian administrasi," kata Risma.
Sebelum menolong pasien, Risma meminta agar para tenaga kesehatan tidak mengabaikan keamanan dan kesehatan diri.
Tenaga medis diminta tak lalai mengenakan APD lengkap.
"Tolong semuanya juga pake face shield. Semangat ya semuanya," kata Risma.
Kemudian, Risma juga juga berpesan agar semua tenaga kesehatan berhati-hati.
"Sekali lagi saya mohon, ayo kita bersama-sama menjaga diri kita masing-masing dan selalu hati-hati," ujar Risma.
Sebelumnya diberitakan, Koordinator Protokol Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, almarhum merupakan salah satu dokter yang bertugas menangani pasien Covid-19.
"Kemarin pagi saat dirawat di ICU kondisinya membaik. Terus saya dikabari (Senin) jam 17.46 WIB meninggal dunia. Padahal, sudah negatif semua, tiga kali tes swab hasilnya negatif," ujar dia. (Kompas.com/Ghinan Salman)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kunjungi Keluarga Dokter yang Meninggal, Risma: Saya Janji Beri Penghargaan"