Respon AP II setelah Dapat Peringatan dari Kemenhub soal Penumpang Membludak di Bandara Soetta

Kemenhub menjatuhkan sanksi tegas kepada Batik Air dan PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

KOMPAS.com/ ANDRI DONNAL PUTERA
Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang Banten, Selasa (28/3/2017). 

TRIBUNTERNATE.COM - Penumpukan penumpang di Bandara Internasional Soekarno Hatta yang terjadi pada Kamis (14/5/2020) lalu viral di media sosial. 

Buntut peristiwa tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjatuhkan sanksi tegas kepada Batik Air dan PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Peringatan itu diberikan Kemenhub setelah AP II terbukti melanggar Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), pada Kamis (14/5/2020), pekan lalu.

Merespons peringatan tersebut, VP of Corporate Communications AP II Yado Yarismano mengatakan, pihaknya langsung melakukan perbaikan prosedur di Bandara Soekarno-Hatta.

Buntut Penumpukan Penumpang di Bandara Soetta, Kemenhub Akan Jatuhkan Sanksi ke Batik Air & AP II

Sejak prosedur baru diberlakukan, proses keberangkatan rute domestik diklaim berjalan dengan lancar, tertib dan menerapkan physical distancing.

“Sesuai imbauan Kemenhub, PT Angkasa Pura II menjaga agar physical distancing dapat selalu diterapkan, dan kami berkomitmen untuk melakukan imbauan tersebut," kata Yado dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (21/5/2020).

Yado mengakui, pada tanggal 14 Mei 2020 sempat terjadi penumpukan di Bandara Soekarno-Hatta, namun tidak berlangsung lama.

"Pada 14 Mei lalu, kepadatan saat proses keberangkatan domestik terjadi sekitar 1 jam untuk kemudian berangsur terurai, di mana calon penumpang saat itu juga memakai masker,” ujarnya.

Soroti Penumpukan Penumpang di Bandara Soetta, Sujiwo Tejo Singgung soal Langkah Antisipasi: How?

Lebih lanjut, berbagai proses perbaikan dilakukan. Salah satunya adalah memecah konsentrasi ke empat titik pengecekan, yakni untuk pemeriksaan dokumen, pemeriksaan dokumen dan fisik terkait kesehatan, validasi seluruh dokumen dan check in.

"Hingga kini prosedur baru mampu membuat physical distancing tetap terjaga,” kata Yado.

Selain itu, berbagai pihak terkait juga berkomitmen membatasi penerbangan menjadi 5 penerbangan per jam di Terminal 2 serta penjualan tiket maksimal 50 persen dari kapasitas kursi pesawat.

Viral Antrean Menumpuk di Soetta Tanpa Physical Distancing, Dibenarkan Pihak Bandara, Ini Faktanya

Yado melaporkan, hingga saat ini sudah lebih dari 100 calon penumpang pesawat yang ditolak berangkat dari Soekarno-Hatta karena tidak memenuhi kriteria pengecualian dan persyaratan di dalam SE No. 04/2020.

Selain itu, ratusan orang juga ditolak berangkat karena tiba di bandara tanpa tiket dan tidak membawa dokumen yang dipersyaratkan.

(Kompas.com/Rully R. Ramli)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dapat Peringatan dari Kemenhub, Ini Respons AP II"

Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved