Breaking News:

AHY Diisukan Masuk Kabinet Jokowi, Wasekjen Demokrat Angkat Bicara: Aduh, Kita Tidak Tahu Menahu

Menanggapi isu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk kabinet Jokowi, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Jansen Sitindaon angkat bicara.

INSTAGRAM @ruby_26
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat periode 2020 - 2025. 

"Bagi kami Demokrat, mau ada reshuffle atau tidak, yang penting penanganan soal Covid ini diseriusi oleh pemerintah. Itu yang jauh lebih penting saat ini dibanding soal gonjang ganjing politik terkait reshuffle ini," jelas Jansen.

Ia juga menilai, jangan sampai persoalan pokok soal penanganan Covid-19 ini tidak tuntas, fan sibuk membahas berlarut-larut soal reshufle kabinet.

"Jadi mari kita kembali ke masalah utamanya," kata Jansen.

AHY Umumkan Susunan Kepengurusan DPP Partai Demokrat, Ibas dan 5 Orang Lainnya Jadi Waketum

Jengkel Akan Kinerja Menteri di Tengah Pandemi, Jokowi Ancam Reshuffle Kabinet: Suasana Ini Krisis!

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal reshuffle saat rapat kabinet paripurna di hadapan para menteri Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juni 2020, lalu.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengutarakan rasa kecewanya terhadap kinerja para menteri yang dinilai tidak memiliki progres kerja yang signifikan.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, bapak ibu tidak merasakan itu sudah," kata Jokowi lewat video yang diunggah melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020).

Lebih lanjut, Presiden mengajak para menteri ikut merasakan pengorbanan yang sama terkait krisis kesehatan dan ekonomi yang menimpa Indonesia saat di tengah pandemi Covid-19.

Jokowi menilai, hingga saat ini diperlukan kerja-kerja cepat dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Terlebih, Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menyampaikan, bahwa 1-2 hari lalu growth pertumbuhan ekonomi dunia terkontraksi 6, bisa sampai ke 7,6 persen. 6-7,6 persen minusnya. Lalu, Bank Dunia menyampaikan bisa minus 5 persen.

"Kita harus ngerti ini. Jangan biasa-biasa saja, jangan linear, jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali kita. Saya lihat masih banyak kita yang menganggap ini normal," ucap Jokowi.

(Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda Prasetia)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Isu AHY Masuk Kabinet Jokowi, Wasekjen Demokrat: Aduh . . .

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved