Breaking News:

KJRI Benarkan 1 WNI Tewas Ditembak Aparat Malaysia Saat Selundupkan Murai Batu, Ini Kronologinya

Salah satu WNI, yaitu A (40), meninggal tertembak, sedangkan dua lainnya, yakni U (44) dan M (55), diringkus petugas.

Editor: Sri Handayani1
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNTERNATE.COM - Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau ditangkap oleh aparat Malaysia.

Hal tersebut dibenarkan oleh KJRI Johor Bahru, Malaysia.

Ketiganya ditangkap anggota Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) saat hendak menyelendupkan burung murai batu.

Salah satu WNI, yaitu A (40), meninggal tertembak, sedangkan dua lainnya, yakni U (44) dan M (55), diringkus petugas.

Lowongan Posisi Juru Bicara KPK, Terbuka untuk Seluruh WNI Berstatus ASN maupun Non ASN

KBRI Sebut Ada 1.447 WNI Tinggal di Beirut, Mayoritas TNI

"KJRI Johor Bahru pada Senin (24/8/2020) sekitar pukul 17.00 waktu setempat menerima informasi dari APMM terkait kejadian yang melibatkan tiga orang WNI penyelundup burung murai batu, dan satu orang dilaporkan meninggal dunia tertembak oleh aparat penegak hukum APMM di Tanjung Sedili (90 km Timur JB)," ujar Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KJRI di Johor Bahru, Anang Firdaus, melalui pesan WhatsApp, Selasa (25/8/2020).

Berdasarkan keterangan sementara dari APMM, kata Anang, insiden ini terjadi di lokasi 2.1 NM Utara dalam Perairan Tanjung Kelisa, Kota Tinggi-Johor.

Kejadian bermula pada Senin (24/8/2020) sekitar pukul 04.30 waktu setempat.

Saat itu, aparat penegak hukum APMM menghentikan boat yang digunakan ketiga WNI untuk menyelundupkan burung murai batu.

Petugas bermaksud untuk melakukan pemeriksaan terhadap isi boat tersebut.

Namun, dengan tekong boat, penyelundup berupaya lolos dari kejaran.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved