Breaking News:

Menlu Retno Marsudi Bantah Isu Pentagon soal China Lirik Indonesia Jadi Pangkalan Militernya

Retno Marsudi menegaskan, Indonesia tidak akan menjadi pangkalan militer negara mana pun, termasuk China.

Kompas.com/Devina Halim
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Koordinator PMK Muhadjir Effendy, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Kepala BNPB Doni Monardo melakukan konferensi pers seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (2/2/2020). 

TRIBUNTERNATE.COM - Sebuah isu menyeruak terkait China tengah mempertimbangkan membangun fasilitas jaringan logistik di kawasan Asia dan Afrika menyedot perhatian masyarakat di Tanah Air.

Isu tersebut muncul dalam laporan tahunan dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri ( Menlu) Retno Marsudi menegaskan, Indonesia tidak akan menjadi pangkalan militer negara mana pun, termasuk China.

"Wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara mana pun," kata Retno melalui telekonferensi, Jumat (4/9/2020).

Drama Korea Full House Tahun 2004 yang Masih Populer di Masyarakat Akhirnya Dibuat Versi China

Mengenal Dilraba Dilmurat, Artis China Keturunan Suku Uighur, Masuk Daftar Wanita Tercantik di Dunia

Dilansir dari Kompas.tv, laporan tahunan Pentagon menyebutkan, China berencana membangun fasilitas logistik untuk militer di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Dalam laporan 200 halaman yang disampaikan pada Selasa (1/9/2020) itu disebutkan beberapa negara yang akan dijadikan pangkalan logistik oleh China.

Negara-negara itu yakni Myanmar, Thailand, Singapura, Indonesia, Sri Lanka, Pakistan, Uni Emirat Arab, Kenya, Syecelles, Tanzania, Angola, dan Tajikistan.

Laporan Pentagon juga menyebutkan, pangkalan yang ada di Djibouti, Afrika Timur, untuk kepentingan China di Pangkalan Angkatan Laut Ream, Kamboja.

Selain itu, kemungkinan jangkauan ke Namibia, Vanuatu, dan Kepulauan Solomon.

Rencana itu dinilai Pentagon bisa mengganggu operasi militer AS dan berpotensi melancarkan serangan China ke Amerika Serikat.

Halaman
123
Editor: Sri Handayani1
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved