Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Ini Kumpulan 9 Kata-kata Bijak Soeharto
Untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila, tak ada salahnya mengingat kembali kumpulan kata bijak Soeharto.
TRIBUNTERNATE.COM -- Bangsa Indonesia akan kembali memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis (1/10/2020) mendatang.
Sudah menjadi hal rutin, jika Hari Kesaktian Pancasila adalah hari nasional di Indonesia yang diperingati setiap 1 Oktober.
Hal itu sebagai peringatan setelah Peristiwa Gerakan 30 September yang lebih dikenal sebagai G30S/PKI.
Dalam peristiwa 30S/PKI, enam jenderal serta beberapa orang lainnya dibantai sekelompok orang yang menurut otoritas militer saat itu Partai Komunis Indonesia.
• Kisah 7 Pahlawan Revolusi yang Jasadnya Dibuang di Sumur Lubang Buaya dalam Peristiwa G30S/PKI
• Mahfud MD Sebut Pemerintah Tidak Melarang Pemutaran Film G30S/PKI: Tapi Juga Tidak Mewajibkan
Gejolak yang timbul akibat G30S/PKI sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia, sehingga dinamakan Hari Kesaktian Pancasila.
Salah satu tokoh yang dianggap berjasa menumpas G30S/PKI adalah Soeharto.
Untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila, tak ada salahnya mengingat kembali kumpulan kata bijak Soeharto.
Berikut kumpulan kata bijak Soeharto:
1. "Biarlah sejarah yang mencatat, dengan hati bersih saya sudah memimpin dan memajukan negeri ini.
Kalau masih ada hujatan, mari diterima dengan ikhlas. Mudah-mudahan ini mengurangi beban saya di akhirat."
2. "Kita perlu berani mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah."
3. "Penguasa yang enak hidupnya hanya karena banyak harta bendanya, kelak matinya tidak akan terhormat.
Oleh karena itu jangan kejam dan sewenang-wenang terhadap rakyatnya."
• Kumpulan 40 Ucapan Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, Cocok Dibagikan di Sosmed
• 25 Ucapan Memperingati Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2020, Bisa Dibagikan di WA, FB, IG dan Twitter
4. "Seseorang harus menjaga kebaikannya. Karena itu adalah investasi yang baik bagi kehidupan."
5. "Hati yang sabar, pemikiran yang religius, tindakan yang baik."