Sederet Kontroversi Ferdinand Hutahaean, Kerap Kritik Jokowi Kini Mundur dari Partai Demokrat

Ferdinand menjelaskan, sejumlah alasan hingga memutuskan untuk hengkang dari partai berlambang mirip logo mercy itu.

Editor: Gajali Fataruba
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Ferdinand Hutahaean di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) 

Ferdinand Hutahaean merupakan Ketua DPP Bara JP saat aksi tersebut. Ferdinand juga pernah bertemu langsung dengan Jokowi.

"Nah, itu dulu saya terlibat," ujar Ferdinand.

Setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden RI, Ferdinand kerap menyampaikan kritik.

Dia mengatasnamakan diri sebagai Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia dalam sebuah diskusi tentang 100 hari pemerintahan Jokowi-JK pada 28 Januari 2015.

Berikut daftar pernyataan kontroversi Ferdinand Hutahaean dirangkum TribunJakarta:

1. Kecewa pada Jokowi soal Pilkada Serentak 2020

Ferdinand Hutahaean sempat mengungkapkan rasa kecewanya terhadap keputusan Presiden Jokowi yang tetap akan melaksanakan pilkada serentak 2020.

“Pak Presiden katanya tetap ingin melaksanakan Pilkada pada tanggal 9 Desember dan menolak penundaan,” cuit Ferdinand dalam akun Twitternya, Senin (21/9/2020).

Saat itu Ferdinand menganggap keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah, terlebih kasus penularan Covid-19 di Tanah Air masih tinggi.

Ferdinand lantas meminta aturan Pilkada utamanya kampanye terbuka harus dipertegas lagi. Termasuk sanksi bagi mereka yang melanggar.

“Keputusan ini bukan hal mudah mengingat kita harus utamakan menekan angka Covid. Semoga ada aturan baru terutama metodologi kampanye terbuka pengerahan massa. Ini yang bahaya..!!,” tegasnya.

Selain itu, Ferdinand juga mengkritisi pengumuman resmi istana soal pilkada 2020 yang hanya disampaikan oleh Jubir Presiden, Fadjroel Rachman.

“Saya tentu sangat kecewa ketika pemerintah memutuskan akan tetap melaksanakan Pilkada pada tanggal 9 Desember nanti," kata Ferdinand.

"Tapi apakah ini sudah pernyataan resmi pemerintah saya belum tahu mengingat baru disampaikan oleh @JubirPresidenRI yang saya ragukan kredibilitasnya sejak pernah diluruskan oleh Setneg,” ungkapnya.

tribunnews
Ferdinand Hutahaean (Tribunnews.com/Randa Rinaldi)
Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved