Breaking News:

UU Cipta Kerja

Ini Penjelasan Pemprov DKI Soal Sejumlah CCTV Mati Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja

CCTV disebut mati saat aksi unjuk rasa penolakan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja pada Selasa (13/10/2020) kemarin.

Editor: Sri Handayani1
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pengunjukrasa yang berasal dari buruh, mahasiswa, dan pelajar terlibat bentrok dengan polisi saat unjuk rasa di sekitar Patung Kuda Jakarta, Kamis (8/10/2020). Mereka menuntut pemerintah untuk membatalkan UU Cipta Kerja yang dinilai memberatkan pekerja. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta buka suara terkait kondisi sejumlah kamera pemantau atau CCTV disebut mati saat aksi unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja.

Seperti diketahui, aksi unjuk rasa penolakan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja terjadi pada Selasa (13/10/2020) kemarin.

Akibat matinya CCTV tersebut, hal ini menjadi perbincangan di media sosial Twitter yang menyebutkan bahwa CCTV sengaja dimatikan.

Adapun CCTV yang mati, seperti di Bundaran HI, Cideng Barat, Flyover Jatibaru, Hasyim Ashari, Medan Merdeka Selatan, perempatan Abdul Muis, dan Pramuka Raya.

Baca juga: Terancam Sulit Dapat kerja, Pelajar yang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja Dicatat dalam SKCK

Baca juga: Bantah Tuduh SBY Sebagai Dalang Demo, Mahfud MD: Kapan Kami Bilang Begitu, Itu Kan Hanya di Medsos

Baca juga: Jumlah Halaman Draf Final UU Cipta Kerja Menyusut, Wakil Ketua DPR Ungkap Alasannya

Baca juga: DPR Kirim Draf UU Cipta Kerja 812 Halaman ke Presiden Jokowi Rabu Ini, Belum Bisa Diakses Publik

Menanggapi hal tersebut, Kepala UP Jakarta Smart City Diskominfotik DKI Jakarta Yudhistira Nugraha mengatakan, CCTV yang mati tersebut karena mengalami kerusakan pada demo sebelumnya.

Selain itu, sebagian CCTV mengalami gangguan jaringan sehingga tak bisa diakses.

"Beberapa CCTV mati karena mengalami kerusakan pasca-demo sebelumnya dan ada beberapa jaringan yang mengalami gangguan," ucap Yudhis saat dihubungi Kompas.com, Rabu (14/10/2020).

Yudhis membantah tudingan bahwa sejumlah CCTV tersebut sengaja dimatikan oleh Pemprov DKI ataupun penyedia layanan.

"Untuk akses CCTV masih bisa diakses khususnya CCTV Bali Tower melalui Aplikasi Molecool yang diakses melalui JAKI. Tidak ada CCTV yang dimatikan," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejumlah CCTV Mati Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja, Ini Penjelasan Pemprov DKI"
Penulis : Ryana Aryadita Umasugi
Editor : Sandro Gatra

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved