Breaking News:

Tersangka 5 Kuli Bangunan yang Renovasi Gedung Kejaksaan Agung Disebut Dipekerjakan Secara Tak Resmi

kelima buruh bangunan itu diduga melanggar aturan lantaran merokok di dalam ruangan.

TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Kondisi Gedung utama Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, setelah api berhasil dipadamkan Minggu (23/8/2020). 

TRIBUNTERNATE.COM - Sebanyak lima buruh bangunan diduga menjadi penyebab kebakaran Gedung Kejaksaan Agung.

Bareskim Polri menyebut lima buruh bangunan tersebut, tidak dipekerjakan resmi oleh institusi pimpinan ST Burhannudin tersebut.

"Tukang yang dipekerjakan oleh staf dari salah satu biro di Kejaksaan Agung."

"Tidak secara resmi."

"Sehingga, seharusnya tukang itu diawasi oleh mandornya," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Ferdy Sambo di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Bareskrim Ungkap Cleaning Service Tajir Tak Terlibat Kebakaran di Kejagung: Saldo Rekeningnya Wajar

Baca juga: Ini Penampakan Gedung Kejaksaan Agung setelah Api Berhasil Dipadamkan

Karena itu, menurut Sambo, kewenangan untuk pengawasan kelima buruh bangunan itu sepenuhnya dipegang oleh mandor.

Namun saat buruh bangunan itu ditugaskan untuk merenovasi, kelimanya justru menyalahi aturan dengan merokok di dalam ruangan.

"Dari Biro Hukum Kejagung ada ketentuan yang harusnya tidak boleh merokok di area tersebut dan dilanggar."

"Ini yang bertanggung jawab terhadap tukang adalah mandornya."

"Mandornya pada saat itu tidak ada di lokasi, sehingga menyebabkan terjadinya kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Sri Handayani1
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved