Breaking News:

Ini Upaya Pemprov Maluku Ketika Angka Stunting di Maluku Dinilai Masih Tinggi

Setidaknya lima kabupaten / kota di Maluku dianggap memiliki prevalensi stunting yang cukup tinggi

Editor: Sri Handayani1
(Foto : istimewa)
Pertemuan Koordinasi Terpadu Percepatan Penurunan Stunting dan Gizi Buruk di Aula Kantor Bupati Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Selasa (27/10/2020), dihadiri Gubernur Maluku Murad Ismail dan Duta Parenting, Widya Murad Ismail 

Karena itu berbagai program kini dilakukan pemerintah, "Program pencegahan stunting merupakan bagian dari upaya untuk memberikan perlindungan anak. Terkait dengan itu, Pemprov Maluku telah membentuk Kabupaten/Kota Layak Anak.

Baca juga: Daftar 25 Daerah di Indonesia yang Masih Nol Kasus Covid-19, Ada Taliabu di Maluku Utara

Baca juga: Polairud Polda Maluku Gagalkan Penyelundupan 5 Ton Sopi yang Akan Dikirim ke Papua Barat

Dimana telah terbentuk di Kota Ambon, Kabupaten Buru dan Maluku Tenggara," kata Gubernur Maluku Murad Ismail saat menghadiri pertemuan ini. 

Gubernur manjelaskan, percepatan pencegahan stunting di Maluku telah diarahkan pada beberapa pilar yakni  komitmen dan visi kepemimpinan, kampanye dan komunikasi perubahan perilaku, konvergensi koordinasi dan konsultasi program pusat daerah dan desa serta Ketahanan Pangan dan Gizi.

Pilar-pilar ini, kata Murad,  telah dilaksanakan Pemprov Maluku yang didukung juga oleh komitmen dan kerja keras dari Duta Parenting Maluku, Widya Murad Ismail yang telah melakukan berbagai kunjungan kabupaten/kota. 

"Saya berharap dengan kehadiran Pemkab Maluku Tenggara sebagai Kabupaten Layak Anak dapat berdampak bagi upaya percepatan pencegahan Stunting di Maluku," kata Murad.

Sementara  itu Duta Parenting Maluku, Widya Murad Ismail yang sempat mengunjungi empat Desa Stunting yakni Ohoi Dian Darat, Mastur, Ohoi Uwat, Ohoi Mun Esoy. Ditambah dua desa yakni Ohoi Watsin dan Ohoi Lerehoilim. 

Kunjungan ini menurutnya  untuk mendorong pemberdayaan masyarakat melalui Tim Penggerak PKK se-provinsi Maluku dalam melaksanakan intervensi Stunting melalui Posyandu untuk penguatan 1.000 hari pertama kehidupan anak. 

Menurut Widya, dari hasil kunjungannya bersama beberapa OPD Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tenggara, bisa dilihat kemajuan dan juga masalah yang masih menjadi tantangan dan yang juga akan diselesaikan bersama.

“Semoga tahun depan, saat saya berkunjung lagi ke Malra untuk melakukan monitoring dan evaluasi, intervensi terhadap permasalahan sudah dilakukan sehingga prevalensi stunting semakin menurun,” harapnya. 

Dalam kesempatan ini, Pemprov Maluku memberikan sejumlah bantuan kepada Pemkab Malra.

Halaman
123
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved