Breaking News:

Waspada! Cabai Rawit Dicat Merah Ditemukan di Sejumlah Pasar Banyumas, Tak Bisa Larut dalam Air

Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) menemukan cabai rawit putih yang diberi pewarna merah di sejumlah pasar tradisional di Banyumas.

Editor: Rohmana Kurniandari
Tribunnews/Irwan Rismawan
Pedagang menata tumpukan cabai di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (23/12/2020). Harga cabai terus melonjak tinggi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sejumlah pedagang di beberapa pasar tradisional di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah digegerkan dengan beredarnya cabai rawit yang diduga dicat warna merah. 

Diduga cabai tersebut dicat agar bisa dijual mahal seiring naiknya harga cabai rawit merah. 

Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) menemukan cabai rawit putih yang diberi pewarna merah ini di sejumlah pasar tradisional di Banyumas.

Kepala Kantor POM Banyumas Suliyanto mengungkapkan, cabai dengan pewarna itu ditemukan di Pasar Wage Purwokerto, Pasar Cermai Baturraden dan Pasar Kemukusan Sumbang, Selasa (29/12/2020).

"Terjadi penjualan cabai yang diduga bukan pewarna makanan di beberapa pasar," kata Suliyanto saat konferensi pers di Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (30/12/2020).

Suliyanto mengatakan, petugas menemukan cabai dengan pewarna itu di lima lapak pedagang yang tersebar di tiga pasar.

"Kalau dilihat fisiknya ini bentuknya seperti cat, karena kalau pakai pewarna makanan akan sangat sulit menempel. Ini jelas bukan pewarna makanan," jelas Suliyanto.

Bupati Banyumas Achmad Husein menunjukkan cabai rawit yang diduga dicat di kompleks Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (30/12/2020).
Bupati Banyumas Achmad Husein menunjukkan cabai rawit yang diduga dicat di kompleks Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (30/12/2020). (KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN)

Dugaan tersebut, kata Suliyanto, juga diperkuat karena pewarna tersebut tidak bisa larut dalam air dan alkohol.

"Sehingga penampakannya seperti cat kayu. Untuk kandungan kimianya belum dapat kami ketahui, kami akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan uji laboratorium," ujar Suliyanto.

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Wilayah 1 Purwokerto Arif Budiman mengatakan, setelah adanya temuan itu, sisa cabai di tangan pedagang telah ditarik oleh pemasok.

"Untuk Pasar Wage hari ini setelah juragannya dilapori ada cabai yang dicat terus ditarik semuanya oleh pemasok. Hari ini saya mengecek sudah bersih," kata Arif.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Heboh Cabai Rawit Dicat Merah di 3 Pasar di Banyumas, Mirip Cat Kayu, Tak Bisa Larut"
Penulis : Kontributor Banyumas, Fadlan Mukhtar Zain
Editor : Khairina

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved