Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Ricuh Unjuk Rasa Massa Pendukung Donald Trump di Gedung Capitol AS, Empat Orang Dilaporkan Tewas

Kerusuhan terjadi di Gedung Capitol, Washington DC, antara massa pendukung Presiden Donald Trump dengan aparat.

Olivier DOULIERY / AFP
Pendukung Presiden AS Donald Trump terlihat dari balik perancah saat mereka berkumpul di luar Rotunda Capitol AS pada 6 Januari 2021, di Washington, DC. Demonstran melanggar keamanan dan memasuki Capitol saat Kongres memperdebatkan Sertifikasi Suara Pemilihan presiden 2020. 

TRIBUNTERNATE.COM - Hasil Pemilihan Presiden AS yang digelar pada 3 November 2020 lalu sedianya akan disertifikasi oleh sidang Kongres Amerika Serikat pada Rabu, 6 Januari 2021 siang waktu setempat.

Para anggota Kongres AS berkumpul untuk mengukuhkan perolehan kursi elektoral yang dimenangkan oleh Joe Biden dalam sidang tersebut.

Namun, ribuan pendukung Donald Trump menggelar aksi unjung rasa di luar Gedung Putih, di mana Donald Trump juga menyampaikan pidato.

Ia berupaya menekan Wakil Presiden Mike Pence, yang memimpin sidang sertifikasi hasil pemilu presiden di Kongres hari Rabu.

Pada Rabu pagi, Donald Trump sempat berpidato di depan ribuan pendukungnya di Washington, sebelum mereka menuju ke Gedung Capitol.

Dalam pidatonya, Donald Trump kembali mengulang pernyataannya, “tidak akan mengakui kekalahannya."

Sementara, para wakil rakyat berkumpul di Capitol untuk mengesahkan kemenangan Joe Biden sebagai presiden AS berikutnya.

Baca juga: Gisella Anastasia Minta Maaf atas Kasus Video Syur, Melaney Ricardo: Saya Anggap Dia Berani Sekali

Baca juga: MotoGP 2021 di Depan Mata, Valentino Rossi Ungkap Masalah Mesin Yamaha: Harus Belajar dari Suzuki

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia Kamis 7 Januari 2021: Rekor, Tambah 9.321 Kasus Baru, Total 797.723

Baca juga: Kasus Baru Infeksi Corona Dekati Angka 9.000 pada 6 Januari 2021, Satgas Covid-19: Ini Alarm

Pendukung Presiden AS Donald Trump memegang poster saat rapat umum memperebutkan sertifikasi hasil pemilihan presiden AS 2020 oleh Kongres AS di Capitol Hill, di Washington, Amerika Serikat.
Pendukung Presiden AS Donald Trump memegang poster saat rapat umum memperebutkan sertifikasi hasil pemilihan presiden AS 2020 oleh Kongres AS di Capitol Hill, di Washington, Amerika Serikat. (Stringer / Sputnik / Sputnik melalui AFP)

Di atas panggung dengan latar belakang Gedung Putih, Donald Trump mengulangi klaim-klaim tak terbukti yang menyebut Pemilu AS 2020 itu “dicuri” dan ia menang “telak.”

Akibatnya, sidang Kongres AS terpaksa ditangguhkan sekitar jam 2.30 siang karena ribuan demonstran pendukung Presiden Donald Trump mengelilingi gedung Kongres, sebagian bahkan merangsek masuk ke rotunda yang memisahkan DPR dan Senat.

Polisi Gedung Capitol pun memeerintahkan lockdown di sekitar kawasan Capitol pada Rabu siang (6/1/2021) dengan alasan ancaman keamanan eksternal, di tengah-tengah serbuan ribuan pendukung Donald Trump yang memasuki gedung Kongres AS untuk memprotes pengesahan kemenangan Joe Biden sebagai presiden AS.

Senat menghentikan proses pengesahan suara elektoral untuk kemenangan Joe Biden, dan Wakil Presiden AS Mike Pence dilaporkan dikawal keluar gedung oleh agen Secret Service lewat terowongan bawah tanah.

Rekaman video yang beredar di media sosial dan media-media Amerika Serikat menunjukkan pendukung Donald Trump melanggar garis polisi di luar gedung dan nekat masuk.

Pendukung Presiden AS Donald Trump terlihat dari balik perancah saat mereka berkumpul di luar Rotunda Capitol AS pada 6 Januari 2021, di Washington, DC. Demonstran melanggar keamanan dan memasuki Capitol saat Kongres memperdebatkan Sertifikasi Suara Pemilihan presiden 2020.
Pendukung Presiden AS Donald Trump terlihat dari balik perancah saat mereka berkumpul di luar Rotunda Capitol AS pada 6 Januari 2021, di Washington, DC. Demonstran melanggar keamanan dan memasuki Capitol saat Kongres memperdebatkan Sertifikasi Suara Pemilihan presiden 2020. (Olivier DOULIERY / AFP)

Laporan TV memberitakan polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan demonstran yang berupaya mendobrak pintu ruangan DPR.

Awalnya, media AS melaporkan seorang perempuan dilaporkan tertembak di bagian lehernya di dalam Gedung Capitol.

Kepolisian Amerika Serikat (AS) menyebut empat orang tewas dalam kerusuhan massa pendukung presiden Donald Trump yang menyerbu Gedung Capitol.

Empat orang yang meninggal dunia termasuk seorang wanita yang tertembak, serta satu wanita lain dan dua pria yang tewas karena "keadaan darurat medis."

Hal itu disampaikan Kepala Polisi Washington, D.C, Robert Contee, dalam konferensi pers Rabu (6/1/2021) malam waktu setempat seperti dilansir Reuters dan CNBC, Kamis (7/1/2021).

Gas air mata dilepaskan ke arah kerumunan demonstran ketika bentrokan pecah dengan polisi di gedung Capitol .

Aksi unjuk rasa mereka lakukan untuk mendesak DPR dan Senat membatalkan kemenangan Presiden Terpilih AS Joe Biden.

Kepala kepolisian mengatakan divisi urusan internal sedang menyelidiki kasus penembakan itu dan pihaknya masih menentukan rincian pasti dari tiga kematian lainnya.

Baca juga: Minta Maaf soal Video Syur, Suara Gisel Bergetar saat Sebut Nama Gading: Maaf Sebesar-besarnya

Baca juga: MotoGP 2021 di Depan Mata, Valentino Rossi Ungkap Masalah Mesin Yamaha: Harus Belajar dari Suzuki

“Setidaknya empat belas polisi mengalami luka-luka dengan beberapa masih di dirawat di rumah sakit,” kata Contee.

“Satu petugas mengalami luka serius karena ditarik ke kerumunan di mana ia diserang,” tambahnya.

"Ini adalah insiden tragis dan saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan teman-teman korban," kata Contee.

Kerusuhan terjadi di Gedung Capitol, Washington DC, antara massa pendukung Presiden Donald Trump dengan aparat.

Garda Nasional diaktifkan untuk memadamkan kerusuhan, dengan polisi mengklaim telah menemukan peledak di dekat Gedung Kongres AS.

Baca juga: Menristek RI: 5 Perusahaan yang akan Produksi 5.000 Unit GeNose, Alat Tes Cepat Covid-19 Inovasi UGM

Baca juga: H-1 Abu Bakar Baasyir Bebas, Ini Kondisi Terkini Ponpes Ngruki: Lengang, Ada Spanduk Penyambutan

Pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol AS saat rapat umum untuk memperebutkan sertifikasi hasil pemilihan presiden AS 2020 oleh Kongres AS di Capitol Hill, di Washington, Amerika Serikat.
Pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol AS saat rapat umum untuk memperebutkan sertifikasi hasil pemilihan presiden AS 2020 oleh Kongres AS di Capitol Hill, di Washington, Amerika Serikat. (Stringer / Sputnik / Sputnik melalui AFP)

Polisi menyatakan mereka memberlakukan jam malam pukul 18.00 di seluruh wilayah Washington DC, sementara kerusuhan terus merembet ke wilayah lainnya di Amerika Serikat.

Saat pengunjuk rasa berupaya menduduki gedung parlemen, Joe Biden menyerukan kepada massa agar mundur dan menyatakan par demonstran itu sudah termakan hasutan.

Sejumlah pejabat seperti Wakil Presiden AS Mike Pence dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi langsung diungsikan begitu massa menembus Rotunda.

Sementara politisi yang berada di House Chamber (DPR AS) diminta memakai masker gas, karena aparat menembakkan gas air mata.

(VOA Indonesia/Reuters/CNBC/USA TODAY/AP/AFP/CNN)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kerusuhan di Gedung Capitol AS:  Dari Unjuk Rasa Massa Pendukung Trump Hingga Empat Orang Tewas

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved