Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Mahfud MD Mengenang Syekh Ali Jaber: Pernah Dihadiahi Tasbih, Kurma, dan Parfum Aroma Kakbah

Mahfud MD mengungkapkan ia sempat bertemu dengan Syekh Ali Jaber sebelum sang ulama tersebut jatuh sakit.

Dok. Kemenko Polhukam
Syekh Ali Jaber dan Mahfud MD. -- Ulama Syekh Ali Jaber menitipkan salam kepada Presiden Joko Widodo saat dijenguk oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pasca-peristiwa penusukan di Lampung. Mahfud mendatangi mendatangi kediaman Syekh Ali Jaber pada, Senin (14/9/2020) malam. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kabar meninggalnya ulama sekaligus pendakwah Syekh Ali Jaber menyisakan duka bagi begitu banyak tokoh masyarakat, dan umat Islam di Indonesia pada umumnya.

Salah satu tokoh yang mengungkapkan rasa dukanya adalah Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Melalui media sosialnya, Mahfud MD mengungkap kenangan bersama Syekh Ali Jaber.

Mahfud MD mengungkapkan ia sempat bertemu dengan Syekh Ali Jaber sebelum sang ulama tersebut jatuh sakit.

"Beberapa hari sebelum diberitakan terinfeksi Covid-19 Syekh Ali Jaber ke rumah saya, menghadiahi tasbih, kurma pilihan, buku doa, parfum khas aroma Kakbah," ungkap Mahfud MD melalui Twitter, Kamis (14/1/2021).

Mahfud MD juga mengungkapkan kebiasaan ia dan Syekh Ali Jaber kala saling mengunjungi satu sama lain.

"Kalau ke rumah Syekh Ali Jaber saya diajak makan Nasi Bukhori (kebuli khas Arab) dan duren."

"Kalau beliau ke rumah saya maka saya pesankan menu yang sama (minus duren) dari restoran Aljazeera. Beliau juga pernah mengajak ayah dan adik kandungnya ke rumah saya, yang katanya, ingin kenal dengan saya juga," ungkap Mahfud MD.

Baca juga: Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, Akbar Pemulung yang Diangkat Anak Sang Ulama Menangis Pilu

Baca juga: Komjen Listyo Sigit Calon Tunggal, Ini Besaran Gaji dan Tunjangan yang Diterima Jika Jadi Kapolri

Mahfud MD menyebut ia bersahabat baik dengan Syekh Ali Jaber.

Bahkan Mahfud MD mengungkapkan jika Syekh Ali Jaber memanggilnya guru atau ayah.

"Beliau adalah sahabat baik saya. Karena rendah hati beliau memanggil saya 'Guru' atau 'Ayah'," ungkapnya.

Mahfud MD menyebut Indonesia kehilangan tokoh yang menyejukkan dan menyatukan umat.

"Inna lillah wa inna ilaihi raji'un. Kita kehilangan tokoh penyejuk dan pemersatu ummat. Ulama besar Syekh Ali Jaber wafat hari ini. Beliau menjadi penyambung aspirasi antara ummat dan pemerintah," tulis Mahfud MD.

Sebelumnya diberitakan, Syekh Ali Jaber meninggal dunia di RS Yarsi Cempaka Putih, Jakarta Kamis (14/1/2021) pagi ini pukul 08.30 WIB.

Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman, saat dikonfirmasi media membenarkan hal tersebut.

Syekh Ali Jaber sempat menjalani perawatan intensif setelah dinyatakan positif Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved