Breaking News:

Sudah Diteriaki Ibunya tetapi Tidak Dengar, Seorang Pria Tewas Terseret Kereta Api hingga 10 Meter

Tepatnya, pria tersebut terseret kereta api sejauh 10 meter di area rel kereta api di Kampung Bumi Waras, Merak, Kota Cilegon, Banten.

Kompas.com
Ilustrasi rel kereta api. 

TRIBUNTERNATE.COM- Seorang pria tewas usai tertabrak kereta api di Merak, Kota Cilegon, Banten.

Tepatnya, pria tersebut terseret kereta api sejauh 10 meter di area rel kereta api di Kampung Bumi Waras, Merak, Kota Cilegon, Banten.

Saat korban sedang berjalan di area rel kereta api, ia tertabrak KA Merak-Rangkas Bitung di KM 147.

Menurut keterangan Kanit Lantas Polsek Pulomerak, AKP Mahdum, korban meninggal dunia di tempat.

"Ya, langsung meninggal di tempat," terang Mahdum saat diwawancara, dikutip dari tayangan Youtube KompasTV.

Mahdum menyebutkan, korban yang tertabrak dan terseret kereta api tersebut bernama Muhammad Anang alias Anang.

Korban merupakan warga Lingkungan Sumur Jaya, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.

Diduga, korban tidak mendengar bunyi kereta api saat melintas di area rel tersebut.

Sebelum kejadian, sejumlah warga, termasuk ibunya, sempat meneriaki korban untuk menghindar dari perlintasan ini.

Namun, korban diduga tak mendengar teriakan ataupun suara sirine kereta api.

Video selengkapnya:

Sudah Diteriaki Ibunya tetapi Korban Tidak Mendengar

Menurut keterangan Kapolsek Pulomerak, Kompol Rifki Seftirian, kejadian berawal saat saat korban berjalan di rel kereta api pada Minggu sekitar pukul 07.30 WIB.

Saat itu, ibu korban juga tengah berada di sekitar lokasi kejadian.

Ibu korban melihat anaknya berjalan di tengah-tengah rel di mana dari arah yang sama melintas sebuah kereta api.

Melihat anaknya yang berjalan di tengah-tengah rel dan kereta semakin mendekat, ibu korban pun segera memberi peringatan kepada anaknya.

Ia meneriaki untuk memperingatkan anaknya, akan tetapi korban diduga tidak mendengar peringatan ibunya tersebut.

Akibatnya, korban tertabrak kereta api dan terseret sejauh 10 meter.

"Korban yang sudah diteriaki ibunya ada kereta api yang melintas, namun tidak mendengar teriakan ibunya sehingga korban tertabrak kereta api tersebut," terang Rifki dikutip dari TribunBanten.com.

Akibat kejadian tersebut, korban langsung meninggal dunia di tempat.

Setelah kejadian tersebut, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon untuk diotopsi guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Penulis: Qonitah Rohmadiena
Editor: Rizki A
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved