Pasca-Indonesia Dipaksa Mundur dari All England 2021, Ketua Umum PBSI Ungkap Kondisi Para Atlet
Indonesia dipaksa mundur dari All England Open 2021 karena permintaan dari otoritas kesehatan Inggris untuk melakukan isolasi mandiri.
Sampai saat ini, PBSI masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI untuk mencari tahu rincian keterangan dari NHS.
Pasalnya, tidak diungkap identitas ataupun jumlah penumpang pesawat yang terpapar Covid-19.
"Publik harus tahu, kami tidak bisa bertanding karena timnas dinyatakan berada satu pesawat dengan penumpang lain yang positif COVID-19," ucap Agung.
"Tapi sampai sekarang kami tidak diberi tahu siapa penumpangnya itu, yang katanya berinteraksi dengan 24 anggota timnas."
"Itu tidak masuk akal. Padahal di saat yang sama, ada pemain dan pelatih Turki tetap dibiarkan (bertanding)," imbuhnya.
Indonesia mengirim tujuh wakilnya yang menghuni di 10 besar peringkat dunia pada All England Open 2021.
Empat wakil Merah-Putih pun sebenarnya sudah memastikan satu tempat pada babak kedua All England Open 2021.
Mereka adalah Jonatan Christie, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.
Adapun, tiga wakil lain Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Anthony Sinisuka Ginting dinyatakan withdrawn atau mundur.
Agung menambahkan bahwa saat ini kondisi atlet dan kontingen lain baik-baik saja.
"Saya pastikan kondisi atlet di sana sehat-sehat saja," kata Agung.
"Tapi pasti ada goncangan berat di mental mereka. Karena ada keputusan merugikan yang tiba-tiba seperti ini," ucap pria 49 tahun itu.
Artikel ini telah tayang di BolaSport.com dengan judul All England Open 2021 - Indonesia Dipaksa Mundur, Ketua PBSI Siap Berjuang Jaga Kehormatan
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul All England 2021 - Indonesia Dipaksa Mundur, Ketum PBSI: Pemain Sehat, tapi Mental Mereka Terguncang