Dampingi Pengelolaan Sejak 2016, Pemerintah Ungkap Kerugian TMII Capai Rp 40-50 Miliar per Tahun
Menurut pemerintah, selama dikelola oleh yayasan milik keluarga Presiden ke-2 RI itu, TMII mengalami kerugian hingga mencapai Rp 40-50 per tahun.
TRIBUNTERNATE.COM - Pemerintah mengumumkan pengambilalihan pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita.
Aset negara yang kurang lebih bernilai Rp 20 triliun itu telah dikelola oleh keluarga Soeharto selama 44 tahun.
Selama dikelola oleh yayasan milik keluarga Presiden ke-2 RI itu, TMII mengalami kerugian hingga mencapai Rp 40-50 per tahun.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam sebuah konferensi pers, Jumat (9/4/2021) siang.
Moeldoko menyebut, kerugian itu sebagai salah satu pertimbangan pemerintah mengambil alih pengelolaan TMII.
“Saya sampaikan ada kerugian antara Rp 40-50 miliar per tahun, itu di antaranya (adalah) pertimbangan,” ujar Moeldoko dikutip dari keterangannya kepada pers yang disiarkan secara langsung di kanal Youtube KompasTV.
Menurut Moeldoko, selama ini Yayasan Harapan Kita harus menutup kerugian atas pengelolaan TMII.
“Kasian Yayasan Harapan Kita nombokin terus dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Selain itu, Moeldoko juga menyebutkan, pengambilalihan ini dilakukan guna mengoptimalkan pemasukan dari aset negara.
“Ada optimalisasi dari aset-aset negara yang belum teroptimalkan dengan baik,” lanjutnya.
Baca juga: Moeldoko Beri Peringatan Tegas Agar Jangan Tuduh Jokowi buat Yayasan Pribadi untuk Kelola TMII
Baca juga: Fadli Zon Kritik Pengambilalihan TMII oleh Pemerintah: Jangan Sampai Dijual untuk Bayar Utang
Dikatakan Moeldoko, pemerintah tidak begitu saja memutuskan untuk mengambil alih pengelolaan TMII tahun ini.
Menurutnya, pemerintah telah melakukan pendampingan dan evaluasi sejak 2016.
“Pasti semuanya melalui evaluasi, untuk tulah pada tahun 2016 Pak Mensetneg sudah melakukan pendampingan pada Taman Mini Indonesia Indah,” ujarnya.
Pemerintah, terang Moeldoko, telah melakukan evaluasi kinerja pengelolaan TMII sejak saat itu dan hingga kini tidak menunjukkan perubahan yang positif.
“Apa persoalannya, dan bagaimana, kenapa kinerja seperti ini, ternyata sampai dengan skrg tidak ada perubahan kinerja yang baik,” lanjutnya.