Ramadhan 2021
Cerita Islami Pengisi Waktu Ngabuburit: Kisah Salman Al Farisi, Sahabat Nabi yang Rendah Hati
Berikut rekomendasi cerita islami pengisi waktu ngabuburit: Kisah Salman Al Farisi, Sahabat Nabi yang Rendah Hati.
TRIBUNTERNATE.COM - Usai melakukan kegiatan sehari penuh, tiba saatnya bagi kita untuk menunggu waktu berbuka puasa.
Banyak kegiatan bermanfaat yang dapat dilakukan untuk menunggu waktu berbuka puasa tiba.
Masyarakat Indonesia biasa menyebut kegiatan menunggu waktu berbuka puasa itu sebagai 'ngabuburit'.
Salah satu hal bermanfaat yang dapat dilakukan sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba adalah dengan membaca cerita islami.
Dengan membaca cerita islami, kita dapat mengambil hikmah dari cerita itu.
Berikut rekomendasi cerita islami pengisi waktu ngabuburit yang dilansir oleh TribunTernate.com dari Islam Can.
Kisah Salman Al Farisi, Sahabat Nabi yang Rendah Hati
Salman al-Farisi adalah sahabat Nabi Muhammad yang berasal dari Desa Jayyun, Kota Isfahan, Persia.
Dikalangan sahabat lainnya ia dikenal dan dipanggil dengan nama Abu Abdullah.
Salman al-Farisi mengawali hidupnya sebagai seorang bangsawan dari Persia.
Baca juga: Cerita Islami Pengisi Waktu Ngabuburit: Janji Allah kepada Hamba-Nya yang Percaya kepada-Nya
Baca juga: Cerita Islami Pengisi Waktu Ngabuburit: Allah Maha Pemaaf dan Maha Menutupi (Aib)
Ia menjadi pahlawan karena idenya membuat parit dalam upaya melindungi Kota Madinah dalam perang Khandaq.
Setelah meninggalnya Nabi Muhammad, ia dikirim untuk menjadi gubernur di daerah kelahirannya, hingga ia wafat.
Kisah yang akan diceritakan berikut ini, diambil dari buku Tanbihul Ghafilin yang ditulis oleh Al Imam Al Faqih Abu Laits As Samarqandi.
Cerita ini terjadi pada suatu hari ketika Salman al Farisi sedang berjalan melewati pasar.
Karena kesederhanaan pakaiannya, seseorang salah mengira bahwa dia adalah orang miskin.
Orang tersebut meminta Salman untuk membawa barang-barangnya dan mengatakan akan memberinya imbalan sejumlah uang.
Kemudian, dengan senang hati, Salman mengambil barang-barang milik orang itu dan membawakannya untuknya.
Namun, Salman tetap tidak mengungkapkan identitasnya.
Saat mereka berjalan, warga di sekitar mereka kaget.
Mereka terkejut karena seorang hebat seperti Salman Al Farisi memikul barang-barang milik orang lain.
Mereka hendak membantu Salman dan menawarkan diri untuk membawa barang-barang yang dipikul Salman.
"Ya Allah kasihanilah Amirul Mukminin. Mari kita bawa materinya." ujar seseorang diantara kerumunan itu.
Namun, Salman menolak semua permintaan mereka dan melanjutkan perjalanannya bersama pria itu sambil memikul barang-barangnya.
Setelah mengetahui siapa Salman, pria yang menyuruhnya untuk membawa barang itu merasa malu.
Ia memohon kepada Salman agar memaafkan dirinya.
Salman mengatakan kepadanya, "Jangan khawatir! Ayo kita lanjutkan perjalanan."
Salman membawa barang-barang tersebut hingga akhirnya mereka sampai ke rumah pria itu.
Setelah kejadian ini, pria tersebut berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah menilai orang lain hanya karena penampilannya saja.
(TribunTernate.com/Qonitah)