Ramadhan 2021
Cerita Islami Pengisi Waktu Ngabuburit: Berlomba-lombalah untuk Berbuat Kebaikan
Berikut rekomendasi cerita islami pengisi waktu ngabuburit: Berlomba-lombalah untuk Berbuat Kebaikan.
TRIBUNTERNATE.COM - Usai melakukan kegiatan sehari penuh, tiba saatnya bagi kita untuk menunggu waktu berbuka puasa.
Banyak kegiatan bermanfaat yang dapat dilakukan untuk menunggu waktu berbuka puasa tiba.
Masyarakat Indonesia biasa menyebut kegiatan menunggu waktu berbuka puasa itu sebagai 'ngabuburit'.
Salah satu hal bermanfaat yang dapat dilakukan sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba adalah dengan membaca cerita islami.
Dengan membaca cerita islami, kita dapat mengambil hikmah dari cerita itu.

Berikut rekomendasi cerita islami pengisi waktu ngabuburit yang dilansir oleh TribunTernate.com dari Islam Can.
Berlomba-lombalah untuk Berbuat Kebaikan
Suatu ketika ada seorang raja yang menyuruh beberapa pegawai kerajaan untuk menggali kolam.
Setelah kolamnya selesai digali, raja mengumumkan kepada rakyatnya bahwa satu orang dari setiap rumah tangga harus membawa segelas susu pada malam hari dan menuangkannya ke dalam kolam.
Kolam tersebut harus penuh dengan susu pada pagi di keesokan harinya.
Setelah menerima perintah dari Raja, semua orang pulang.
Seorang pria bersiap untuk mengambil susu pada malam hari.
Baca juga: Cerita Islami Pengisi Waktu Ngabuburit: Kisah Salman Al Farisi, Sahabat Nabi yang Rendah Hati
Baca juga: Cerita Islami Pengisi Waktu Ngabuburit: Makam Seorang Mukmin yang Berbau Wangi
Dia berpikir bahwa karena setiap orang akan membawa susu, dia berencana hanya akan membawa segelas air putih dan menuangkannya ke dalam kolam.
Ia memperkirakan jika semua orang menuang susu dan ia, yang hanya membawa satu gelas, mengisi dengan air putih, tidak akan terlihat.
Selain itu, perkiraannya, karena akan gelap pada malam hari, tidak ada yang akan menyadarinya.
Setelah itu, dia segera pergi dan menuangkan air putih ke kolam dan kembali pulan ke rumah.
Keesokan paginya, raja datang mengunjungi kolam dan memeriksanya.
Betapa terkejutnya sang raja.

Ia terbelalak karena kolam itu hanya berisi air putih.
Ternyata, yang terjadi sebenarnya adalah, semua orang memiliki pemikiran yang sama seperti pria yang mengira semua orang lainnya akan membawa susu.
Semua orang berpikir mereka tidak perlu membawa susu, karena yang lain sudah membawanya.
Mereka berpikir bahwa "Saya tidak harus menaruh susu, orang lain yang akan melakukannya, saya cukup air segelas saja, tidak akan terlihat."
Dari cerita ini, kita dapat mengambil hikmah bahwa ketika datang kesempatan untuk melakukan kebaikan di jalan Allah, jangan mengira orang lain akan melakukannya, sehingga kita tidak perlu melakukannya.
Berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan.
Kebaikan itu dimulai dari kita semua, jika kita tidak melakukannya, tidak akan ada orang lain yang akan melakukannya.
Jadi, ubah diri kita untuk senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan di jalan Allah untuk mengharap rahmat dan ridha kepada-Nya.
Niscaya kebaikan-kebaikan tersebut akan membuat perbedaan di kehidupan kita.
(TribunTernate.com/Qonitah)