Ramai Isu Reshuffle Kabinet, Refly Harun Nilai Jokowi Gagal Pilih Orang Terbaik
Refly Harun mengatakan, ia menilai Presiden Jokowi gagal karena Presidenlah yang bertanggung jawab atas pemilihan dan pemberhentian menteri.
TRIBUNTERNATE.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana akan melakukan reshuffle kabinet.
Hal ini diungkapkan oleh Juru bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi, Selasa (13/4/2021).
Masduki mengatakan, Presiden Jokowi sudah berdiskusi dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin terkait perombakan kabinet.
Menanggapi isu reshuffle kabinet yang tengah ramai dibicarakan, Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menilai Presiden Jokowi telah gagal.
Hal ini karena, menurutnya, Jokowi gagal memilih orang-orang yang terbaik untuk menjadi menteri.
“Artinya Jokowi gagal dong memilih orang-orang terbaik,” kata Refly dikutip dari pernyataannya yang disiarkan di kanal Youtube Refly Harun.
Dikatakan Refly, alasan ia menilai Presiden Jokowi gagal adalah karena Presidenlah yang bertanggung jawab atas pemilihan dan pemberhentian menteri.
“Karena menteri itu kan diangkat dan diberhentikan oleh presiden, jadi kalau di tengah jalan presiden memberhentikan, wah itu luar biasa,” lanjutnya.
Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Jokowi, Berikut Daftar 15 Menteri Layak Diganti Versi IPO hingga Kata Pengamat
Baca juga: Fakta-fakta di Balik Isu Reshuffle Kabinet: Pamitnya Menristek hingga Sosok Baru Mendikbudristek
Namun, Refly mengaku sudah menduga bahwa Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle untuk kabinetnya.
“Beberapa kali sudah saya mention ini, saya mengatakan bahwa tidak sampai satu tahun menteri itu akan direshuffle, alhamdulilah ternyata lebih sedikit dari satu tahun rupanya,” ungkapnya.
Refly menilai Presiden Jokowi menunggu waktu satu tahun untuk me-reshuffle kabinetnya.
“Sepertinya Presiden Jokowi menunggu momentum satu tahun untuk paling tidak kontra politiknya,” lanjutnya.
Meski demikian, dirinya menegaskan bahwa prediksinya mengenai akan adanya reshuffle kabinet adalah tepat.
“Tapi yang jelas adalah prediksi bahwa akan ada reshuffle itu sama sekali tidak salah,” tegasnya.
Video selengkapnya:
Reshuffle akan Dilakukan Minggu Ini
Pihak istana telah mengonfirmasi bahwa perombakan atau reshuffle kabinet akan terjadi dalam waktu dekat.
Tenaga ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin menyebut, reshuffle kabinet akan dilakukan dalam pekan ini.
"Insya Allah kalau tidak ada aral melintang (reshuffle akan dilakukan) pekan-pekan ini,” ujar Ngabalin, Selasa (13/4/2021), dikutip dari Tribunnews.com.
Menurut Ngabalin, Presiden Jokowi akan memberi keputusan reshuffle kabinet ini dengan cepat.
“Dari kebiasaan yang Bang Ali ikuti, itu tidak lama. Presiden sangat independen, tidak ragu mengambil keputusan. Biasanya cepat," lanjutnya.
"Bang Ali yakin dalam pekan ini beliau akan mengambil keputusan-keputusan penting itu,” kata Ngabalin.
Ngabalin mengatakan, terdapat tiga faktor yang menguatkan Jokowi akan melakukan perombakan Kabinet Indonesia Maju Jilid ke-2 dalam waktu dekat.
Pertama, karena adanya peleburan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Baca juga: Jokowi Bakal Reshuffle Kabinet Lagi, Pengamat Sebut Kemungkinan Besar Dilakukan pada 2 Kementerian
Usulan pemerintah untuk menyatukan dua kementerian tersebut telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Surpres yang dikirim ke DPR 30 maret itu, itu kan sudah diterima DPR, disidang DPR dan telah diambil keputusan, terkait penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud.”
"Kenapa begitu, banyak kerjaan di Kemeristek yang seharusnya menjadi bidang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)" ujarnya, seperti diberitakan
Faktor kedua, yaitu kabar Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro yang menyatakan telah pamit dari kementeriannya.
"Kan terjadi kekosongan itu. Sementara Kemenristek sendiri belum ke Kemendikbud," katanya.
Faktor ketiga, yakni pemerintah yang akan segera membentuk kementerian baru yakni Kementerian Investasi.
Dengan adanya kementerian baru, otomatis akan ada menteri baru.
(TribunTernate.com/Qonitah)
