Breaking News:

Alasan Pemerintah Larang Mudik, Jokowi: Jaga Tren Kasus Aktif Covid-19 yang Turun 2 Bulan Terakhir

Jokowi: kebijakan larangan mudik yang diambil pemerintah bertujuan untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

Tangkap layar kanal YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNTERNATE.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjelaskan bahwa kebijakan larangan mudik yang diambil pemerintah bertujuan untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19.

"Ramadhan tahun ini adalah ramadhan kedua di tengah pandemi Covid-19 dan kita masih harus mencegah penyebaran wabah Covid-19 untuk tidak meluas lagi. Untuk itu sejak jauh-jauh hari pemerintah telah memutuskan untuk melarang mudik pada lebaran kali ini," kata Jokowi dalam pernyataan yang disampaikan melalui youtube Sekretariat Presiden, Jumat, (16/4/2021).

Jokowi mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil melalui berbagai macam pertimbangan.

Salah satunya pengalaman tahun lalu di mana mudik dan libur panjang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19.

"Pertama, saat libur Idul Fitri tahun lalu terjadi kenaikan jumlah kasus harian hingga 93 persen dan terjadi tingkat kematian mingguan hingga 66 persen," katanya.

Baca juga: Takut Identitasnya Terungkap di Media Sosial, Terduga Teroris Serahkan Diri ke Polsek Pasar Minggu

Baca juga: Sosok Asman Abnur, Politikus PAN yang Disebut-sebut Berpeluang Jadi Menteri Joko Widodo

Baca juga: Rizieq Shihab Lulus Ujian Disertasi S3 dari Balik Jeruji Penjara, Raih Gelar PhD dari USIM

Baca juga: Rizieq Shihab Lulus Ujian S3 dari Balik Jeruji, Fadli Zon: Luar Biasa, Alhamdulillah

Pertimbangan kedua, yakni pemerintah harus menjaga tren kasus aktif yang selama dua bulan terakhir menurun dari 176.672 kasus pada 5 Februari 2021 menjadi menjadi 108.032 kasus pada 15 april 2021

"Penambahan kasus harian juga sudah relatif menurun. Kita pernah mengalami 14 ribu-15 ribu kasus per hari pada Januari 2021 tapi kini berada di kisaran 4 ribu-6 ribu kasus per hari," katanya.

Belum lagi, kata Jokowi, tren kesembuhan yang juga mengalami peningkatan.

Pada 1 Maret 2021, tercatat sebanyak 1.151.915 yang sembuh atau 85,88 persen dari total kasus.

Kemudian, pada 15 April 2021, meningkat menjadi 1.438.254 pasien sembuh atau mencapai 90,5 persen dari total kasus.

Halaman
123
Editor: Rizki A
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved