Terkini Internasional
Protes Anti-Kudeta Militer, Aktivis Myanmar Serukan Warga Stop Bayar Tagihan Listrik dan Pinjaman
Aktivis anti-kudeta militer Myanmar menyerukan bentuk protes non-kooperatif kepada masyarakat.
Aung San Suu Kyi, 75, telah didakwa dengan berbagai pelanggaran, termasuk melanggar tindakan rahasia resmi era kolonial yang bisa membuatnya dipenjara selama 14 tahun.
Dia memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1991.
Selain itu, ia telah memimpin perjuangan Myanmar melawan kekuasaan militer selama beberapa dekade terakhir.
Ia memenangkan masa jabatan kedua pada pemilu yang digelar November 2020 lalu.
Namun, militer Myanmar yang kalah dalam pemilu menuduh ada kecurangan dalam pemilu tersebut.
Padahal, pemilu sudah dinyatakan adil oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Myanmar.
Aung San Suu Kyi akan muncul melalui tautan video untuk sidang lain dalam kasusnya pada Senin.
Dia hanya diizinkan untuk berbicara dengan pengacaranya melalui tautan video di hadapan petugas keamanan dan tidak diketahui apakah dia menyadari kekacauan yang telah melanda Myanmar sejak militer merebut kekuasaan.
SUMBER: Reuters via Channel News Asia
(TribunTernate.com/Rizki A.)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/protes-myanmar-22.jpg)