Breaking News:

Berkomentar Negatif tentang KRI Nanggala-402, Tiga Oknum Diamankan Polisi, Terancam Dibui

Berikut nasib para oknum yang menuliskan komentar negatif soal tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali.

ANTARA FOTO/Syaiful Arif/rwa via Kompas.com
FOTO ARSIP - Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan tahun 1952 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1/2017). 

TRIBUNTERNATE.COM - Di tengah musibah tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di Perairan Bali dan 53 awak kapal yang gugur, masih ada sejumlah oknum yang melontarkan komentar negatif di media sosial.

Diketahui, ada tiga oknum di wilayah berbeda yang diciduk kepolisian setelah berkomentar negatif soal tragedi KRI Nanggala-402.

Pertama, seorang warga Kecamatan Medan Marelan, Medan, Sumatera Barat bernama Imam Kurniawan yang diduga melecehkan istri korban KRI Nanggala-402.

Lalu kedua, sosok calon presiden fiktif, Nurhadi yang sempat viral pada 2019 lalu.

Hingga ketiga, anggota polisi di Kalasan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bernama Aipda Fajar Indriawan.

Ketiganya diciduk oleh polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Lantas, bagaimana nasib mereka kini?

Imam Kurniawan yang bekerja sebagai petani akhirnya diberi tindakan dengan dicambuk setelah berkomentar buruk.

Kemudian, sosok Nurhadi masih menjalani pemeriksaan dan terancam hukuman hingga 6 tahun penjara.

Terakhir, anggota polisi Aipda Fajar telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini berada di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Halaman
1234
Editor: Rizki A
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved