Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kabar Artis

Kiano Tiger Wong Positif Flu Singapura, Demam dan Muncul Bintik Merah, Waspadai Gejala & Penyebabnya

Kiano Tiger Wong dinyatakan positif terinfeksi flu Singapura. Sebelumnya, Kiano sempat dikabarkan sakit demam hingga susah makan.

Instagram/@baimwong
Baim Wong dan Paula Verhoeven bersama buah hati mereka, Kiano Tiger Wong. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kabar kurang menyenangkan datang dari keluarga Baim Wong dan Paula Verhoeven.

Pasalnya, buah hati mereka, Kiano Tiger Wong dinyatakan positif terinfeksi flu Singapura.

Sebelumnya, Kiano sempat dikabarkan sakit demam hingga susah makan.

Kini, keadaan Kiano pun berangsur membaik.

Kendati demikian, Paula menceritakan bahwa malam sebelumnya, Kiano masih mengalami demam.

Hal itu diungkapkan Paula Verhoeven melalui kanal YouTube Baim Paula yang diunggah Kamis (29/4/2021).

Istri Baim Wong itu sempat dibuat panik dan bingung dengan sakit yang diderita putranya. 

Sebab, di hari berikutnya muncul bintik-bintik merah di tubuh Kiano. 

"Sini lihatin dulu bosque, tuh pahanya merah-merah," kata Paula sambil memperlihatkan bintik merah di badan putranya.

Baca juga: Usia Kehamilan Sudah 6 Minggu, Paula Verhoeven Mengaku Mual & Lemas Saat Hamil Adik Kiano Tiger Wong

Baca juga: Adik Paula Verhoeven Kisahkan Keguguran yang Dialaminya, Suami Chelzea Curiga Ini Penyebabnya

Awalnya, Paula Verhoeven berpikir bintik-bintik merah itu muncul karena kondisi suhu badan Kiano yang panas.

"Feeling aku mungkin karena panas ya, panas tinggi terus udah gitu jadi keluar kayak merah-merah bintik-bintik," ungkap Paula.

Kiano positif flu singapura dan muncul bintik-bintik merah di seluruh tubuh
Kiano positif flu singapura dan muncul bintik-bintik merah di seluruh tubuh (YouTube Baim Paula)

Wanita berusia 33 tahun itu pun mendeskripsikan bagian tubuh Kiano yang muncul bintik-bintik merah.

Bintik-bintik merah di tubuh Kiano itu menjalar mulai dari tangan hingga ke wajah.

"Kemarin enggak merah-merah, sekarang jadi merah, baru hari ini tuh merah-merah semua badan," terang Paula.

"Bawah bibir, tangan, telapak, badan, sama ke pantat, semuanya bentol-bentol (merah)," ujarnya kembali.

"Sekarang jadi merah, kemarin masih bentol doang," tambahnya.

Sebagai seorang ibu, Paula pun selalu siaga.

Ia terus menerus mengabarkan kondisi Kiano kepada dokter melalui sambungan telepon.

"Aku selalu update sama dokter, video call sama dokter. Jadi 2 hari ini dia udah bisa jalan-jalan, minta mobil, minta ayam," kata Paula.

"Tapi tetap, kalau sore dia masih panas. Kayak semalem itu, udah enggak panas siang, sorenya mulai anget, malam mulai panas lagi," terangnya.

Oleh sebab itu, Paula memutuskan memberi Kiano obat ketika malam hari saat sang putra demam.

Hingga saat ini pun Kiano masih harus minum sejumlah obat, seperti obat flu hingga vitamin.

Untuk memastikan kondisi Kiano, Paula memutuskan memanggil dokter ke rumahnya pada sore itu juga.

Berdasarkan analisis dokter, Kiano positif mengidap flu Singapura.

Menurut dokter, diperkirakan Kiano tertular di kolam renang saat ia berenang.

"Ditanyain aja, bisa yang setelah atau sebelum Kiano. Setelahnya Kiano juga bisa, jadi mereka dapat (flu Singapura) di tempat yang sama," jelas dokter.

Dokter yang memeriksa Kiano tersebut sempat mengira bahwa Kiano mengalami campak.

"Saya pikir awalnya karena campak, (setelah) vaksin itu juga bisa dia begitu. Tapi kok jadi gede-gede," ujar dokter.

Baca juga: Ini Cara Paula Verhoeven Agar Baim Wong Tak Selingkuh, Pilih Utamakan Suami daripada Anak

Baca juga: Kiano Menangis Histeris Diteriaki Baim Wong, Paula Syok: Dia Hatinya Lembut, Enggak Bisa Dibentak

Video selengkapnya:

Apa Sebenarnya Flu Singapura?

Flu Singapura merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang umumnya dialami oleh anak-anak.

Dalam kebanyakan kasus, flu Singapura umumnya menyerang anak-anak atau balita.

Virus yang menyebabkan infeksinya adalah enterovirus 71 dan terkadang coxsackievirus A16.

Meski kasusnya jarang terjadi, flu Singapura juga bisa menyerang orang dewasa.

Flu Singapura atau biasa dikenal juga dengan penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut bisa menimbulkan banyak tanda pada pengidapnya.

Biasanya, pengidap flu Singapura mengalami bintil-bintil air dan luka-luka di sekitar atau di mulut, tangan dan kaki.

Terkadang luka-luka tersebut juga muncul di siku tangan, bokong, lutut, dan lipat paha.

Penyebab Flu Singapura 

Kelompok virus enterovirus A merupakan penyebab utama dari penyakit ini.

Virus jenis ini menyebar ke jaringan di mulut, sekitar amandel, dan masuk ke dalam sistem pencernaan.

Pada akhirnya, penyakit ini akan menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Namun, sebelum menyerang ke organ vital lainnya, sistem kekebalan tubuh akan mengendalikannya.

Flu Singapura bisa menyebar lewat berbagai cara dari pengidapnya ke orang lain.

Misalnya melalui:

  • Cairan dari hidung maupun tenggorokan yang keluar saat bersin.
  • Air liur atau ludah yang terlempar ke udara saat batuk.
  • Cairan yang berasal dari luka melepuh.
  • Permukaan benda yang sudah terkontaminasi oleh kotoran penderita (tinja).

Gejala Flu Singapura 

Ketika anak atau seseorang terserang flu Singapura, maka tubuhnya akan mengalami beberapa keluhan.

Berikut beberapa gejala yang mungkin dialami pengidapnya:

  • Demam tinggi.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Timbul luka seperti melupuh di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi. Luka ini umumnya berwarna merah.
  • Ruam merah
  • Bayi dan balita akan rewel dan mudah marah.
  • Sakit perut.

Umumnya, flu Singapura diawali dengan munculnya demam.

Setelah itu, sekitar satu atau dua hari, akan muncul tukak atau luka di sekitar gusi, lidah, dan pipi bagian dalam.

Kondisi inilah yang bisa memunculkan rasa sakit saat minum, makan, atau menelan.

Tidak lama setelahnya, ruam muncul di sekitar telapak tangan dan kaki, serta terkadang pada bokong dan selangkangan.

Sebagian besar kasus flu Singapura sebenarnya tak memerlukan bantuan medis.

Alasannya gejala penyakit ini akan mereda dengan sendirinya, kira-kira dala satu minggu tanpa penanganan apa pun.

Namun, jika pengidap mengalami dehidrasi, dan gejala tidak membaik dalam waktu satu minggu, perlu segera dilakukan penanganan serius.

Pengobatan dan Pencegahan

Seperti penjelasan sebelumnya, umumnya penyakit ini bisa sembuh kurang atau satu minggu tanpa penanganan di rumah sakit.

Karena disebabkan oleh virus, jadi tidak perlu mengonsumsi antibiotik untuk meredakannya.

Penanganan yang bisa dilakukan di rumah adalah:

  • Pemberian obat penurun demam dapat dilakukan untuk meredakan gejalanya. Tetapi jangan sembarangan memberikan obat demam, karena sebagian obat tidak sesuai dengan anak-anak dan usia remaja. Kecuali jika sudah diberikan resep oleh dokter. 
  • Beristirahat secukupnya dan berikan banyak minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.
  • Hindari makanan atau minuman asam dan pedas, sebab bisa membuat luka di mulut menjadi perih.

Untuk mengurangi resiko penyebaran flu Singapura, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Mengisolasi pengidap flu Singapura.
  • Membersihkan area-area yang dicurigai terkontaminasi virus.
  • Cucilah tangan dengan bersih.
  • Ajarkan cara menjaga kebersihan.
  • Jangan mencium anak yang mengidap penyakit ini.
  • Hindari berbagai perlatan atau barang pribadi dengan pengidap flu Singapura.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki.com dengan judul Flu Singapura

(TribunTernate.com/Rohmana, TribunnewsWiki.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved