Ramadhan 2021
Ramadhan 2021 - Cerita Islami Pengisi Waktu Ngabuburit: Ganjaran bagi Orang yang Mau Memaafkan
Berikut cerita islami pengisi waktu ngabuburit: Ganjaran bagi orang yang mau memaafkan.
TRIBUNTERNATE.COM - Mengisi waktu ngabuburit di bulan Ramadhan 2021 dengan membaca cerita islami dapat menjadi pilihan yang menyenangkan sambil menunggu buka puasa.
Selain menghibur, kita juga dapat mengambil hikmah dari kisah yang kita baca.
Berikut cerita islami pengisi waktu ngabuburit yang dilansir oleh TribunTernate.com dari Islam Can.
Ganjaran bagi Orang yang Mau Memaafkan
Kisah ini diceritakan dalam buku "Luminaries of Islam" oleh Arafat K.El-Ashi.
Suatu hari Nabi SAW melihat seorang pria dan berkata:
"Barangsiapa ingin melihat seorang ahli surga, lihatlah pria ini."
Abdullah bin Abbas, yang hadir dan mendengar perkataan Rasulullah ini, mengikuti pria yang disebut-sebut sebagai ahli surga itu.
Abdullah bin Abbas meminta izin untuk menjadi tamunya, dan pria itu merenimanya.
Baca juga: Ramadhan 2021 - Cerita Islami Pengisi Waktu Ngabuburit: Allah Menjamin Rezeki bagi Setiap Hamba-Nya
Baca juga: Ramadhan 2021 - Cerita Islami Pengisi Waktu Ngabuburit: Takdir Kematian Manusia
Baca juga: Cerita Islami Pengisi Waktu Ngabuburit: Perilaku Lembut Rasulullah SAW Menyentuh Hati Seorang Badui
Setelah mengamatinya selama tiga malam berturut-turut, tanpa melihat sesuatu yang luar biasa tentang dia, Abdullah bin Abbas berkata:
"Aku tidak melihat apapun tentangmu yang membuatmu memenuhi syarat untuk masuk surga lebih dari kita semua. Dapatkah kau mengingat satu hal khusus yang kau lakukan yang mungkin tidak ku sadari?"
Setelah berpikir beberapa saat, pria itu berkata:
"Tidak ada yang luar biasa dalam hidupku kecuali satu hal, mungkin, bahwa aku pergi tidur dengan hati yang murni dan sehat terhadap teman-temanku (artinya memaafkan orang lain atas perbuatan buruk mereka dan berpikir baik untuk semua orang)."
Kemudian Abdullah bin Abbas berseru:
"Inilah yang membuatmu memenuhi syarat untuk masuk surga."
Tidak mudah untuk memaafkan orang lain atas kesalahan mereka, tetapi marilah kita berusaha keras untuk membawa kualitas ini dalam diri kita.
(TribunTernate.com/Qonitah)