Kamis, 7 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Ramadhan 2021

Apa Itu Itikaf? Ini Keutamaannya dan Amalan-amalan yang Dapat Dilakukan di 10 Hari Terakhir Ramadhan

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah.

Tayang:
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Umat Islam melakukan itikaf di Masjid Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (6/6/2018) dinihari. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, umat Muslim berlomba-lomba untuk memperbanyak amal ibadah. 

Salah satu ibadah yang dianjurkan pada bulan Ramadhan adalah i'tikaf. 

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah.

I’tikaf merupakan sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah dengan sungguh-sunguh.

Banyak hadits-hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah saw sering melakukan i’tikaf sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan.

Bahkan menjelang wafatnya beliau, Rasulullah melakukan i’tikaf selama dua puluh hari terakhir Ramadhan.

Kemudian hal itupun diikuti oleh para istri nabi saw setelah beliau wafat.

Dari Aisyah ra:

“Rasulullah melakukan i’tikaf setiap bulan Ramadhan selama sepuluh hari, maka ketika di tahun menjelang wafatnya, Rasulullah beri’tikaf dua puluh hari. Dan istri-istrinya beri’tikaf setelah itu.”( HR. Bukhori dan Muslim).

Hal senada juga disampaikan oleh Ibnu Umar, ra berkata:

“Rasulullah melakukan i’tikaf sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan” (HR. Bukhori dan Muslim).

Baca juga: Amalan yang Dilakukan pada 10 Hari Terakhir Puasa Ramadhan 2021: dari Itikaf hingga Perbanyak Berdoa

Baca juga: 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan, Simak Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar dan Doa yang Dianjurkan

Lantas, apa keutamaan melaksanakan i'tikaf?

Mengutip sumsel.kemenag.go.id, di antara keutamaan i’tikaf, selain ia merupakan sunnah yang dicontohkan baginda Rasulullah, sesungguhnya I’tikaf memiliki keutamaan yang sangat besar.

Pertama, menjauhkan diri dari neraka. Dari ibnu Abbas ra:

“Barang siapa beri’tikaf satu hari karena mengharap keridhoan Allah, Allah akan menjadikan jarak antara dirinya dan api neraka sejauh tiga parit, setiap parit sejauh jarak timur dan barat” (HR. Thabrani, Baihaqi dan dishohihkan oleh Imam Hakim).

Umat Islam melakukan itikaf di Masjid Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (6/6/2018) dinihari. Ribuan umat Islam dari berbagai daerah mengikuti itikaf di masjid ini hingga sepuluh hari ke depan dengan aktivitas diantaranya membaca dan belajar tafsir Alquran, mengikuti kajian, dan salat qiyamullail berjamaah. Sebagian besar jemaah yang beritikaf membawa anggota keluarganya dan mendirikan tenda di sekitar mesjid. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Umat Islam melakukan itikaf di Masjid Habiburrahman PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (6/6/2018) dinihari. Ribuan umat Islam dari berbagai daerah mengikuti itikaf di masjid ini hingga sepuluh hari ke depan dengan aktivitas diantaranya membaca dan belajar tafsir Alquran, mengikuti kajian, dan salat qiyamullail berjamaah. Sebagian besar jemaah yang beritikaf membawa anggota keluarganya dan mendirikan tenda di sekitar mesjid. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Kedua, dijanjikan surga. Imam Al-Khatib dan Ibnu Syahin meriwayatkan hadits dari Tsauban ra meriwayatkan, Rasulullah saw bersabda:

“Barang siapa yang beri’tikaf antara Maghrib dan Isya di masjid, dengan tidak berbicara kecuali sholat dan membaca Al-Quran, maka Allah berhak membangunkan untuknya istana di surga."

Ketiga, dengan i’tikaf, seseorang akan lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah.

Sehingga dengan i’tikaf seseorang akan berkesempatan mendapatkan kemuliaan lailatul qodar.

Adapun penjelasan oleh Dosen Syariah Universitas Nahdatul Ulama Purwokerto, Agus Salim S.Sy MH dalam kanal YouTube Tribunnews, tentang i'tikaf.

"I'tikaf ini merupakan satu ibadah yang sudah dilakukan oleh para nabi terdahulu, dan kemudian nabi Muhammad (juga) melakukannya"

"Melakukannya Nabi Muhammad terhadap i'tikaf ini adalah hukumnya sunnah bukan wajib," jelas Agus.

Agus juga menjelaskan mengapa bulan Ramadhan selalu identik dengan i'tikaf, karena bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah.

Oleh karenanya, kita dianjurkan untuk banyak melakukan amalan baik di bulan Ramadhan.

Syarat Melakukan Itikaf

Dikutip dari muhammadiyah.or.id, untuk sahnya i’tikaf diperlukan beberapa syarat, di antaranya:

- Orang yang melaksanakan i’tikaf beragama Islam

- Orang yang melaksanakan i’tikaf sudah baligh, baik laki-laki maupun perempuan

- I’tikaf dilaksanakan di masjid, baik masjid jami’ maupun masjid biasa

- Orang yang akan melaksanakan i’tikaf hendaklah memiliki niat i’tikaf

- Orang yang beri’tikaf tidak disyaratkan puasa. Artinya orang yang tidak berpuasa boleh melakukan i’tikaf

Amalan-amalan yang dapat dilaksanakan selama I’tikaf

Ada beberapa amalan (ibadah) yang dapat dilaksanakan oleh orang yang melaksanakan i’tikaf, yaitu;

- Melaksanakan salat sunat, seperti salat tahiyatul masjid, salat lail dan lain-lain

- Membaca al-Quran dan tadarus al-Quran

- Berdzikir dan berdo’a

- Membaca buku-buku agama

(Tribunnews.com/Yurika)

Berita lain terkait Ramadan 2021

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Keutamaan Itikaf dan Amalan-amalan yang Dapat Dilaksanakan di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved