Breaking News:

Mengaku Ragu Saat Lancarkan Aksi Bom Bali I, Ali Imron: Boro-boro Takbir, Senyum Saja Nggak Bisa

Ali Imron, terpidana kasus Bom Bali I yang terjadi pada 12 Oktober 2002 mengaku memiliki keraguan saat akan melancarkan aksinya.

Tangkap layar kanal YouTube Akbar Faizal Uncencored
Terpidana kasus Bom Bali I, Ali Imron mengaku ragu saat akan jalankan aksinya pada Bom Bali I. 

TRIBUNTERNATE.COM - Ali Imron, terpidana kasus Bom Bali I yang terjadi pada 12 Oktober 2002 mengaku memiliki keraguan saat akan melancarkan aksinya.

Berlaku sebagai koordinator lapangan sekaligus orang yang meracik bom, Ali Imron menyatakan sejak awal sudah tidak nyaman dengan rencana pengeboman tersebut.

Diketahui, setelah ledakkan Bom Bali I terjadi, Ali Imron pergi ke sebuah masjid tak jauh dari lokasi ledakkan.

Di sana ia mengaku merenungi aksi yang dilakukannya bersama terpidana Bom Bali I lainnya, Imam Samudra, Amrozi, dan Mukhlas.

Aksi pengeboman beruntun di Paddy's Cafe, Sari Club, dan Kantor Konsulat Amerika Serikat di Denpasar, Bali itu dipercaya oleh kelompoknya sebagai jihad.

Namun, meskipun berhasil melakukannya, Ali Imron mengaku tak senang dengan hasilnya.

Tidak seperti teroris pada umumnya yang selalu mengumandangkan takbir saat melancarkan aksi, Ali Imron justru tidak mampu melakukan itu.

"Ketika bom itu sudah ledakkan besar terjadi, boro-boro takbir-takbir, senyum saja nggak bisa saya sama Idris itu, makan nggak bisa," aku Ali Imron.

Baca juga: Terpidana Terorisme Ali Imron Mengaku Bersyukur Lihat Skala Serangan Bom di Makassar, Mengapa?

Baca juga: Benda Mencurigakan Ditemukan di Depan Gereja GPIB Effatha Jakarta: Diduga Bom Buku, Ada Tulisan Ini

Ali Imron mengaku bersyukur melihat skala serangan bom bunuh diri di Makassar.
Ali Imron, terpidana kasus Bom Bali I. (Tangkap layar kanal YouTube Akbar Faizal Uncencored)

Itulah kemudian yang menjadi alasan mengapa dirinya berada di sebuah masjid usai peristiwa ledakan Bom Bali I.

Di sana, Ali Imron melakukan perenungan atas perbuatannya, ia merasa ini bukanlah sebuah perbuatan yang benar.

Halaman
123
Penulis: Ronna Qurrata Ayun
Editor: Rizki A
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved