Breaking News:

Febri Diansyah: Kata 'Kebangsaan' Dijadikan Alat untuk Mematikan Pemberantasan Korupsi

Febri Diansyah menyebut, jika orang yang bersih dan membongkar upaya korupsi akan diusir dari KPK, itu adalah pembusukan upaya pemberantasan korupsi.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Ronna Qurrata Ayun
Tribunnews/Irwan Rismawan
Febri Diansyah, saat masih menjabat sebagai Kepala Biro Humas KPK, berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/12/2019). 

Ia juga mengatakan, tim penyidik yang dulu pernah meringkus mantan Ketua DPR RI Setya Novanto dalam kasus e-KTP juga terancam dipecat.

Mantan Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK ini juga menyinggung banyak para penyidik KPK yang dilabeli dengan stigma Taliban dan radikal.

Menurutnya. dua narasi ini juga digunakan untuk menyerang lawan-lawan politik dan melegitimasi proses revisi UU KPK oleh orang dan robot yang sama.

Di akhir utas cuitannya, Febri Diansyah mengatakan ada sejumlah kalangan yang terjebak dengan isu Taliban dan radikalisme.

Sehingga, mereka mendukung revisi UU KPK baik secara diam-diam, maupun terbuka.

Febri Diansyah menyebut, kini kondisi dan kinerja KPK pasca-revisi UU KPK dan proses pemilihan pimpinan KPK yang kontroversial patut ditilik kembali.

Utas cuitan Febri Diansyah
Utas cuitan Febri Diansyah (Twitter/febridiansyah)

(TribunTernate.com/Rizki A.)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved