Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Polemik Larangan Mudik Lebaran, Mardani Ali Sera: Pemerintah Harus Tinjau Ulang Kebijakannya

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera memberikan tanggapan mengenai aturan larangan mudik jelang Idul Fitri 2021.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Ronna Qurrata Ayun
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. 

Sementara, para pekerja informal tak memiliki banyak pilihan aktivitas jika dilarang mudik.

Sebab, jika tertahan di kota perantauan (misalnya, Jakarta), mereka tidak bisa bekerja, tetapi mereka juga tidak bisa pulang ke kampung halaman.

Menurutnya, pemerintah belum bisa memberikan detail alternatif kebijakan bagi para pekerja informal yang dilarang pulang ke kampung halaman.

"The evil is in the detail... Misal gini, oke ASN tidak boleh. Nggak masalah. Pekerja kantoran juga nggak boleh. Nggak masalah. Mereka punya banyak alternatif kegiatan,"

"Tetapi, hampir separuh pekerja kita itu pekerja informal, yang nanti banyak yang tutup, lalu mereka tidak ada yang dilakukan di Jakarta, di sana juga tidak bisa bertemu (keluarga, red.). Kenapa ini tidak juga difasilitasi dengan sebuah kebijakan khusus."

"Misalnya, satu, perginya diatur, minta kepada para majikan untuk membuat kebijakan, cutinya jangan bersamaan, tetapi berbeda... Atau menurut saya, pemerintah belum investasi ke hulunya. Bisa jadi." kata Mardani.

Kemudian, Mardani Ali Sera meyakini, jika pemerintah memperhatikan kebijakannya dengan lebih mendetail, maka larangan mudik akan berjalan dengan lebih maksimal.

"Kalau didetailkan dapet. Contoh, Kementerian Pendidikan sudah buat belum, surat edaran agar menyadarkan anak didik bahwa sekarang di masa Covid-19, kalau ayah ibu ngajak pulang kampung/mudik? Sampaikan ini alasannya. Nanti anak-anak sendiri yang akan memberikan (surat edaran, red)."

"Kementerian Dalam Negeri, sudah belum memberikan sosialisasi ke teman kepala daerah? Ketika seluruh peta itu dibuat, sekarang sederhana, semua sudah bisa... Untuk sholat di dalam Masjidil Haram saja, itu ada aplikasinya, ada syarat upload vaksinnya, dan berjalan dengan baik ketika aturannya detail dan disiplin."

Simak video selengkapnya:

(TribunTernate.com/Rizki A.)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved