Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Lebaran 2021

Masjid Istiqlal Tiadakan Salat Id Kenegaraan dan Tidak Membuka Masjid pada Lebaran 2021

Masjid Istiqlal menyatakan tidak akan menyelenggarakan salat Idul Fitri 1442 Hijriah secara kenegaraan dan juga tidak membuka masjid.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi Masjid Istiqlal - Dalam foto: Jamaah memukul bedug untuk menyemarakkan malam takbiran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (4/6/2019). 

TRIBUNTERNATE.COM - Masjid Istiqlal menyatakan bahwa tidak akan menyelenggarakan salat Idul Fitri 1442 Hijriah secara kenegaraan dan juga tidak membuka masjid untuk masyarakat umum.

Hal tersebut disampaikan oleh Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal, Selasa (11/5/2021).

"Sesuai dengan keputusan dalam rapat, Istiqlal tidak menyelenggarakan salat Idul Fitri di tahun ini," ujar Nasaruddin Umar, dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa (11/5/2021).

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil simulasi serta koordinasi antara KH Nasaruddin Umar dengan Dewan Pengarah Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI).

Dewan Pengarah BPMI sendiri di antaranya beranggotakan Menko PMK Muhajir Effendy, Mensetneg Pratikno, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Ketua MUI, KH Miftachul Akhyar.

"Kami juga sudah melakukan simulasi dan koordinasi dengan Dewan Pengarah BPMI, maka keputusan ini kita ambil guna menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat dari penyebaran Covid-19," terang KH Nasaruddin Umar.

Baca juga: Idul Fitri 2021: Tata Cara Salat Id di Rumah, Lengkap dengan Contoh Naskah Khutbah Singkat

Baca juga: Arya Saloka Rela Tak Mudik Lebaran 2021 ke Kampung Halaman Demi Taati Aturan Pemerintah

Imam Besar Masjid Istiqlal KH
Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar (Dok. Istiqlal)

Hal tersebut ditetapkan berdasarkan kesadaran bahwa Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar se-Asia Tenggara yang kapasitas ruangnya melebihi 200.000 jamaah.

Meskipun menerapkan protokol kesehatan social distancing dengan kapasitas maksimum 25 persen, Masjid Istiqlal masih bisa menampung ribuan orang.

Untuk itu, Masjid Istiqlal meniadakan salat Idul Fitri 1442 Hijriah karena berpotensi mengumpulkan ribuan jamaah yang nantinya akan menggunakan fasilitas yang sama,

"Mengingat Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar se-Asia Tenggara, 10 persennya dari kapasitas masjid bukan jumlah yang sedikit.”

“Jika ada ribuan jamaah yang datang, nanti mereka pasti akan melewati tangga atau jalur yang sama, dan hal itu dikhawatirkan akan menjadi sebab terjadinya penyebaran virus Covid-19," ucap KH Nasaruddin Umar

Oleh sebab itu, Imam Besar Masjid Istiqlal pun menghaturkan permintaan maaf kepada para jamaah.

Ia juga memanjatkan doa agar ke depan masyarakat sudah bisa kembali melaksanakan salat berjamaah dengan aman dan nyaman.

Baca juga: Presiden Palestina Batalkan Perayaan Idul Fitri dan Perintahkan Pengibaran Bendera Setengah Tiang

Baca juga: Kumpulan 50 Ucapan Selamat Idul Fitri 2021, Bahasa Indonesia & Inggris, Cocok Dikirimkan ke Kerabat

"Kita tahu jamaah sudah merindukan untuk melakukan salat di sini, tapi keadaan belum memungkinkan.”

“Semoga ke depannya kita bisa segera melaksanakan salat berjamaah di Masjid Istiqlal," tuturnya.

Tak lupa, KH Nasaruddin Umar juga menyampaikan terima kasih kepada para jamaah yang sudah selalu beribadah selama Ramadan di Masjid Istiqlal.

"Terima kasih kepada masyarakat semua yang senantiasa mematuhi protokol kesehatan di Masjid Istiqlal, karena sejak diselenggarakannya ibadah selama Ramadan di Masjid Istiqlal, tidak ada isu adanya cluster baru," pungkasnya.

(TribunTernate.com/Ron)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved