Breaking News:

Konflik Israel Palestina

Belum Genap Sehari Gencatan Senjata, Israel Serang Warga Palestina yang Salat Jumat di Al Aqsa

Sekitar 12 jam setelah kesepakatan gencatan senjata, Israel telah kembali serang Palestina yang ditujukan kepada jamaah salat Jumat di Masjid Al Aqsa.

Twitter/@arwaib
Sekitar 12 jam setelah kesepakatan gencatan senjata antara militer Israel dan Hamas, polisi Israel telah kembali melancarkan serangan terhadap Palestina yang ditujukan kepada jamaah di masjid Al Aqsa setelah salat Jumat. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sekitar 12 jam setelah kesepakatan gencatan senjata antara militer Israel dan Hamas, polisi Israel telah kembali melancarkan serangan terhadap Palestina yang ditujukan kepada jamaah di masjid Al Aqsa setelah salat Jumat.

Dikutip dari Daily Pakistan, sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan pasukan Israel menembakkan peluru gas air mata, peluru karet, dan granat kejut.

Sementara itu, para jamaah salat Jumat tersebut berteriak dan terlihat berlarian di tengah ledakan.

Serangan tersebut melukai sejumlah orang. Namun, Bulan Sabit Merah Palestina belum merilis berapa jumlah orang yang terluka akibat serangan tersebut, seperti dikutip dari laporan Anadolu Agency.

Sebelumnya, warga Palestina yang tinggal di Yerusalem Timur berbondong-bondong ke titik nyala Masjid Al-Aqsa Jumat pagi untuk merayakan gencatan senjata yang dicapai antara Israel dan Hamas.

Mereka kemudian ingin berbaris dari al-Aqsa ke daerah Kota Tua, tetapi polisi Israel menggunakan granat kejut dan bom gas untuk membubarkan mereka.

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas dimulai pada hari Jumat (21/5/2021) pada pukul 2 dini hari waktu setempat setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan untuk mengakhiri 11 hari serangan udara mematikan.

Baca juga: Konflik Israel Palestina: Pejabat Hamas Prediksi Gencatan Senjata dalam Waktu Dekat

Baca juga: Konflik Israel-Palestina Memanas, Pembangunan Masjid Rancangan Ridwan Kamil di Jalur Gaza Dihentikan

Gencatan senjata tersebut ditengahi oleh mediator Mesir.

Presiden AS Joe Biden berjanji untuk menyelamatkan kehancuran dari pertempuran terburuk selama bertahun-tahun dengan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Jalur Gaza.

Hamas dan Jihad Islam juga mengkonfirmasi gencatan senjata tersebut dalam pernyataannya.

"Ini adalah euforia kemenangan," kata Khalil al-Hayya, tokoh senior Hamas, di depan kerumunan ribuan warga Palestina yang berkumpul di jalan-jalan untuk merayakannya.

"Pimpinan politik menekankan bahwa kenyataan di lapanganlah yang akan menentukan masa depan operasi tersebut," tambahnya.

Perayaan terdengar di jalan-jalan Gaza beberapa menit setelah gencatan senjata dimulai ketika mobil membunyikan klakson mereka.

Sementara itu di wilayah West Bank, kerumunan yang gembira akan adanya gencatan senjata juga turun ke jalan.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved