Breaking News:

Hari Ini, Novel Baswedan Diperiksa Komnas HAM Terkait Proses Alih Status Pegawai KPK Menjadi ASN

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan datangi kantor Komnas HAM RI di Jakarta pada Jumat (28/5/2021).

Editor: Ronna Qurrata Ayun
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyampaikan kata sambutan pada acara penyambutan dirinya kembali aktif bekerja, di pelataran gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2018). 

TRIBUNTERNATE.COM - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan datangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jakarta pada Jumat (28/5/2021) pagi.

Diketahui, kedatangan Novel Baswedan ke Komnas HAM untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait dugaan adanya pelanggaran HAM dalam proses alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Tak sendirian, Novel Baswedan akan menjalani pemeriksaan terkait laporan dugaan pelanggaran HAM dalam proses alih status pegawai KPK menjadi ASN bersama dengan sejumlah pegawai KPK lainnya.

Komisioner Komnas HAM, M Choirul Anam mengatakan, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami terkait prosedur alih status pegawai KPK ke Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pemeriksaan tersebut, kata Anam, akan dimulai sejak pukul 09.00 WIB.

"Pemeriksaan untuk pendalaman dalam konteks beberapa kebutuhan substansi prosedur dan konteks prosedur," kata Anam saat dihubungi Tribunnews.com pada Jumat (28/5/2021).

Sebagai informasi, pada Senin (24/5/2021) lalu Novel dan sejumlah perwakilan pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos TWK serta tim kuasa hukumnya melaporkan dugaan pelanggaran HAM dalam proses TWK dan alih status pegawai KPK ke ASN.

Mereka menyerahkan satu bundel dokumen aduan kepada Komisioner Komnas HAM RI, M Choirul Anam.

Baca juga: Polemik 75 Pegawai KPK, Temuan Baru Komnas HAM: Ada Keterangan yang Selama Ini Tak Muncul di Publik

Baca juga: Pengamat Politik Sebut Jokowi Hanya Basa-basi Jika 51 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Diberhentikan

Kemudian, pada Kamis (27/5/2021) mereka kembali mendatangi Komnas HAM RI untuk melengkapi dokumen aduan.

Saat itu, mereka menyerahkan dokumen tambahan setebal 546 halaman berisi fakta berupa keterangan dan data terkait dugaan pelanggaran HAM dalam proses TWK dan alih status pegawai KPK ke ASN.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved