Breaking News:

Mahfud MD Tegaskan UU ITE akan Direvisi Bukan Dicabut, Pelaku Asusila Tak Lagi Terjerat Pasal Karet

Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan bahwa Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tidak akan dicabut, tetapi akan direvisi.

Penulis: Ronna Qurrata Ayun | Editor: Rizki A
Kompas.com/Kristianto Purnomo
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD nyatakan UU ITE tidak akan dicabut, tetapi sejumlah poinnya akan direvisi. 

Mahfud MD lantas memberikan contoh pasal di dalam UU ITE yang dilakukan revisi, yakni tentang tindakan asusila yang disebarluaskan dalam transaksi digital.

Dalam Pasal 27 ayat 1 Undang-undang ITE yang baru, pelaku tindak kesusilaan tidak akan dikenai hukuman.

Justru pelaku penyebar konten kesusilaan dengan niat menyebarluaskan yang akan dikenai hukuman.

"Pelaku yang dapat dijerat oleh pasal 27 ayat 1 UU ITE terkait dengan penyebaran konten kesusilaan adalah pihak yang memiliki niat menyebarluaskan untuk diketahui oleh umum, satu konten kesusilaan. Jadi bukan orang yang melakukan kesusilaan (yang dihukum) orang yang menyebarkan itu yang dikenai," terang Mahfud.

Namun, Mahfud menjelaskan, bukan berarti pelaku kesusilaan kemudian tidak dihukum.

Pelaku kesusilaan tetap dapat dikenai hukuman, tetapi dengan undang-undang lain yang berkaitan dengan hal tersebut.

"Kalau orang cuma bicara mesum, orang saling kirim gambar, membuat gambar-gambar melalui elektronik begitu, tetapi dia bukan penyebarnya, itu tidak apa-apa. Apakah itu tidak dihukum? Dihukum, tetapi bukan UU ITE, itu ada undang-undangnya sendiri, misalnya undang-undang pornografi, itu bisa dihukum dengan itu," lanjutnya.

(TribunTernate.com/Ron)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved