Breaking News:

STPMD “APMD” Yogyakarta Sekolah Calon Pemimpin Daerah

STPMD APMD berdiri sejak 1965, perguruan tinggi ini memiliki panggilan sejarah, moral dan keilmuan untuk mendedikasikan jiwa-raga kepada daerah.

Istimewa
STPMD 'APMD' Yogyakarta Sekolah Calon Pemimpin Daerah 

Penerapan Undang-Undang No 6 Tahun 2014 merupakan regulasi yang secara tegas mewujudkan desa mandiri, maju, demokratis, dan sejahtera.

Prodi PMD D III dengan akreditasi B berdasarkan keputusan BAN PT tahun 2019 No:3986/SK/BAN-PT/Akred/Dipl-III/X/2019 mendidik serta menghasilkan lulusan yang kompeten, siap menjadi fasilitator dan motivator desa sebagai agent of change yang berprofesi di berbagai bidang lapangan kerja, seperti aparat desa, kader pembangunan masyarakat dan desa serta di berbagai institusi yang bersentuhan dengan pemberdayaan masyarakat dengan karakter yang tangguh dan andal.

Kompetensi lulusan yakni memiliki kemampuan memimpin dan memfasilitasi proses pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa, memiliki keterampilan dalam mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan dan potensi desa, memiliki keterampilan dalam mengelola pembangunan desa dan penyelenggaraan pemerintah desa.

Dalam mencetak dan membangun karakter mahasiswa sesuai dengan kompetensi lulusan, maka penggunaan metode pembelajaran student centre learning dengan inovasi pembelajaran.

Di samping itu mahasiswa dari lulusan SMA yang baru lulus dan yang telah bekerja sebagai perangkat desa membuat proses pembelajaran saat diskusi menjadi produktif dan menarik.

Tenaga pendidik memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang pemberdayaan dan pembangunan masyarakat desa.

Kurikulum pembelajaran dirancang dengan komposisi 60% praktek dan 40 % teori.

Beberapa saluran media Prodi Pembangunan Masyarakat Desa, Diploma III, yakni instagram (@pmd_apmd), website (www.pmd.apmd.ac.id), Facebook (Prodi Pmd Stpmd Apmd), YouTube (rubrik pmd).

Lulusan Prodi Pembangunan Masyarakat Desa Diploma Tiga terserap di dunia kerja pada profesi yang luas Berikut testimoni dari alumni.

"Tugas yang diberikan dosen selalu berinteraksi langsung di kehidupan masyarakat. Hasil pembelajaran, saya memiliki keterampilan dalam menyusun program," kata Filixius Mula, Amd yang kini pegawai Bank NTT.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved