UPDATE Pasca Gempa Maluku, BNPB Lakukan Monitoring: Permukiman Rusak hingga Air Laut Terlihat Surut

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pembaruan terkait situasi terkini usai gempa magnitudo 6,1 yang terjadi di Maluku.

Twitter @infoBMKG
Ilustrasi gempa bumi di Maluku. 

Sebelumnya, BMKG telah mengimbau warga agar waspada terhadap gempa susulan dan potensi tsunami akibat longsor ke atau di bawah laut bagi masyarakat di sepanjang Pantai Japutih sampai Pantau Apiahu Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Seram, Maluku. 

Baca juga: Penjelasan BMKG tentang Fenomena Awan Arcus yang Mirip Gelombang Tsunami dan Muncul di Nagan Raya

Hal tersebut disampaikan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati melalui keterangan tertulisnya.

"Segera menjauhi pantai menuju tempat tinggi," tulisnya.

Sebelumnya, BMKG menginformasikan gempa dengan magnitudo (M) 6,1 tersebut tidak memicu terjadinya tsunami.

Namun, kemudian BMKG memperbarui keterangannya dan menyebut akan adanya potensi tsunami.

Akan Tetapi, potensi tsunami tersebut tak bersumber dari gempanya, melainkan akibat longsoran di bawah laut. 

Hasil observasi muka laut sta TEHORU menunjukkan ada kenaikan muka air laut setinggi 0,5 meter.

Hal ini diperkirakan akibat dari longsoran bawah laut.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Update Gempa Maluku, BNPB Monitor Dampak Gempa M 6,1: Air Laut Sempat Terlihat Surut

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved