Breaking News:

Positivity Rate Covid-19 Sentuh Angka 37 Persen, IDAI Tegas Menolak Pelaksanaan PTM Terbatas

Pengurus Pusat IDAI, dr. Aman Bhakti Pulungan menyatakan, sekolah tatap muka tak seharusnya dilaksanakan meskipun di wilayah dengan zona hijau.

Penulis: Ronna Qurrata Ayun | Editor: Rizki A
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ilustrasi PTM terbatas - Siswa mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka di SDN Kenari 08 Pagi, Jakarta, Rabu (7/4/2021). 

TRIBUNTERNATE.COM - Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Aman Bhakti Pulungan menyatakan, sekolah tatap muka tak seharusnya dilaksanakan meskipun di wilayah dengan zona hijau Covid-19.

Diketahui, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan membuka pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Juli 2021 mendatang.

Meski demikian, pihak Kemendikbudristek menekankan bahwa pelaksanaan PTM terbatas harus tetap mengikuti pengaturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Mayarakat (PPKM) mikro yang berlaku di daerah masing-masing.

Selain itu, PTM terbatas juga dilakukan dengan sejumlah instruksi, yakni hanya boleh dihadiri oleh maksimal 25 persen dari total siswa dan tidak boleh dilakukan lebih dari dua hari dalam sepekan.

Dalam sehari, PTM terbatas hanya boleh dilakukan maksimal dua jam sehari, siswa yang datang ke sekolah harus dengan izin orangtua murid, serta tenaga pendidik harus sudah divaksin.

Namun, keputusan pemerintah yang demikian itu tetap tidak mendapat dukungan dari IDAI, sekalipun PTM terbatas hanya dilakukan di zona hijau.

Sebab, IDAI menganggap, zona hijau atau tidak itu sama saja, jika positivity rate Covid-19 di Indonesia masih tinggi.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Berikut 5 Instruksi Presiden Jokowi Terkait PTM

Baca juga: Mal hingga Bioskop Sudah Buka, Nadiem Makarim Tegaskan Ini Saatnya PTM Terbatas di Sekolah Dibuka

"Jelas IDAI mengatakan, IDAI sangat mendukung usaha untuk sekolah tatap muka karena ini adalah human capital, namun ada syarat pertamanya bahwa positivity rate-nya harus di bawah 5 persen," tutur Aman, pada konferensi pers "Sikap 5 Organisasi Kedokteran Terkait Lonjakan Kasus Covid-19", Jumat (18/6/2021).

"Nah, saat ini positivity rate kita sudah berapa banyak ini? 37 persen jadinya, dan kami tetap menganggap, tidak ada itu daerah hijau merah itu tidak ada, karena tidak ada batas kok," lanjutnya.

Meskipun begitu, IDAI menegaskan bahwa pihaknya mendukung rencana pembukaan sekolah di masa pandemi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved