Breaking News:

Ketum PAN Minta Maaf 3 Kadernya Buat Kontroversi, Susi Pudjiastuti: Paksa Minta Maaf ke Publik Juga

Susi Pudjiastuti meminta Zulkifli Hasan untuk memaksa para kadernya juga meminta maaf langsung ke masyarakat.

Penulis: Rohmana Kurniandari | Editor: Ronna Qurrata Ayun
Instagram.com/susipudjiastuti115
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti 

Guspardi juga mengeluhkan perlakuan petugas Kementerian Kesehatan terhadap dirinya saat memintanya untuk dikarantina.

"Saya baru datang dari Kirgistan. Saya cemas juga semalam, mau diinapkan di hotel. Dan memang cara-cara yang dilakukan tidak baik oleh Departemen Kesehatan," ucapnya.

Pernyataan Guspardi ini lantas menjadi kontroversi karena banyak sejumlah pihak menilai seorang wakil rakyat semestinya menjadi contoh bagi publik untuk mematuhi protokol kesehatan.

Setelah diterpa berbagai kritik, Guspardi pun akhirnya menyampaikan permohonan maaf.

Menurut Guspardi, polemik itu terjadi karena proses komunikasi yang tidak berjalan dengan baik.

Ia mengeklaim, dirinya tidak menolak untuk dikarantina, tetapi kaget karena lansgung dikirim ke hotel tempat karantina.

"Cuma itu (masalah) ada miskomunikasi. Sebetulnya, bukan menolak karantina. Cuma waktu datang itu tiba-tiba langsung saja dikirim ke hotel, kan gitu. Seharusnya karantina wajib, oke," ujar dia.

Baca juga: Saleh Daulay Tanggapi soal Indonesia Disebut Kebal Virus Corona: Perlu Disyukuri, Tapi Tetap Waspada

Baca juga: Banyak yang Kaitkan Covid-19 dengan Politik, Ustaz Dasad: Boleh Benci Rezim tapi Jangan Lupa Prokes

2. Rosaline Irine Rumaseuw

Hampir satu pekan berselang, giliran Wasekjen PAN Rosaline Irine Rumaseuw yang jadi sorotan setelah ia mengusulkan agar pemerintah membuat rumah sakit khusus bagi para pejabat.

Usulan itu disampaikan karena menurut Rosaline banyak pejabat negara yang sulit mendapatkan rumah sakit di tengah pandemi Covid-19.

"Saya sedih, (dalam) satu, dua bulan ini banyak membantu pejabat negara untuk refer ke rumah sakit yang ada di Jakarta, pemerintah lupa bahwa harus menyediakan fasilitas kesehatan buat pejabat negara," kata Rosaline, dalam acara rilis survei Median, Rabu (7/7/2021).

Ia menceritakan pengalaman ketika kesulitan mencari rumah sakit bagi anggota Komisi II DPR dari Fraksi PAN John Siffy Mirin yang terpapar Covid-19 hingga meninggal dunia.

"Saya sampai mengemis-ngemis, saya punya ketua fraksi PAN, saya punya teman dari wakil ketua Komisi IX, saya punya ketua umum PAN, semua mengemis-ngemis ke (RS) Medistra untuk ada ruangan, itu sampai segitunya," ujar dia.

Rosaline juga mengatakan, pemerintah mesti menyediakan rumah sakit khusus bagi pejabat karena kesehatan mereka harus mendapat perhatian khusus.

"Kementerian Kesehatan harus sudah mulai waspada karena pejabat negara ini harus diistimewakan, dia ditempatkan untuk memikirkan negara dan rakyatnya. Bagaimana sampai dia datang ke emergency terus terlunta-lunta," kata Rosaline.

Pernyataan Rosaline ini pun kembali menuai kritik karena dinilai tidak peka dengan kondisi masyarakat di tengah pandemi yang sulit mendapatkan tempat tidur di rumah sakit.

3. Saleh Daulay

Kader PAN kembali menjadi sorotan setelah anggota Komisi IX DPR Saleh Daulay mengaku tidak ingin lagi mendengar kabar ada anggota DPR yang tidak mendapatkan ICU, seperti yang dialami oleh John Siffy Mirin.

Saleh mengatakan hal itu dalam rapat dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Selasa (13/7/2021), saat ia meminta Budi untuk menyiapkan fasilitas kesehatan guna menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

"Kalau nanti terus naik tentu perlu persiapan yang cukup matang, saya tidak mau lagi misalnya mendengar ada anggota DPR yang tidak mendapat tempat di ICU seperti yang dialami oleh anggota Fraksi PAN saudaraku John Siffy Mirin, anggota DPR dari Papua," kata Saleh.

Menurut Saleh, John wafat akibat terlambat mendapat perawatan di ruang ICU. Ia menyebut, John berpulang dua jam setelah akhirnya dapat dirawat di ICU Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).

Saleh mengatakan, kejadian itu pula yang membuat Rosaline melontarkan usul agar pemerintah membuat rumah sakit khusus bagi para pejabat.

"Karena dia lihat sendiri, menyaksikan sendiri, betapa susahnya orang bertahan hidup tanpa ada bantuan alat kesehatan yang memadai di tengah serangan covid yang cukup dahsyat itu," kata Saleh.

Belakangan, Saleh mengklarifikasi pernyataannya tersebut bahwa pernyataannya itu tidak bermaksud untuk meminta keistimewaan bagi pejabat atau anggota DPR.

Saleh mengatakan, pernyataan itu ia sampaikan agar pemerintah menyiapkan fasilitas kesehatan yang mumpuni untuk merawat seluruh pasien Covid-19, tanpa membedakan kelas sosial.

"Dalam konteks ini, saya perlu meluruskan bahwa apa yang saya sampaikan di rapat tidak ada maksud untuk melebih-lebihkan para pejabat ataupun anggota DPR," kata Saleh dalam keterangan tertulis, Kamis (14/7/2021).

(TribunTernate.com/Rohmana, Kompas.com/Ardito Ramadhan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved