Breaking News:

Olimpiade Tokyo 2020

8 Atlet Israel Sengaja Rusak Tempat Tidur Kardus Olimpiade Tokyo 2020, Tuai Kecaman Sekaligus Pujian

Delapan atlet asal Israel melakukan aksi perusakan terhadap tempat tidur yang dibuat dari kardus di Desa Olimpiade Jepang secara bar-bar.

Editor: Ronna Qurrata Ayun
Paul Chelimo via Kompas.com
Tempat tidur kardus di Desa Olimpiade Jepang. 

TRIBUNTERNATE.COM - Di tengah euforia perlombaan tingkat dunia di mana para atlet dari seluruh dunia berjuang untuk meraih prestasi, ada sejumlah atlet yang justru melakukan aksi tidak terpuji.

Atlet tersebut yakni delapan atlet asal Israel yang melakukan perusakan pada salah satu fasilitas di Desa Olimpiade Jepang.

Delapan atlet asal Israel tersebut diketahui melakukan aksi perusakan terhadap tempat tidur yang dibuat dari kardus.

Hal yang dilakukan secara sengaja oleh para atlet asal Israel tersebut lantas mendapat kecaman dari warga Jepang.

Diketahui, para atlet Olimpiade Tokyo 2020 difasilitasi tempat tidur yang dibuat dari bahan kardus.

Baca juga: Pemerintah Beri Beonus untuk Atlet setelah Kembali dari Olimpiade Tokyo 2020, Berapa Besarannya?

Baca juga: Jonatan Christie Susul Anthony Ginting ke 16 Besar Tunggal Putra Olimpiade Tokyo 2020

Menurut panitia, meskipun terbuat dari kardus, tempat tersebut memiliki kekuatan untuk menampung berat hingga 200 kilogram.

Mengetahui hal tersebut, delapan atlet asal Israel itu pun lantas sengaja mencoba kekuatan tempat tidur dari kardus tersebut.

Kemudian yang terjadi adalah tempat tidur tersebut pun jebol.

Dalam sebuah video yang diunggah pada Senin, 26 Juli 2021, memperlihatkan tim Israel menguji kapasitas sebenarnya ranjang kardus di Olympic Village, Tokyo, Jepang.
Dalam sebuah video yang diunggah pada Senin, 26 Juli 2021, memperlihatkan tim Israel menguji kapasitas sebenarnya ranjang kardus di Olympic Village, Tokyo, Jepang. (BWANGAH via TIKTOK via KOMPAS.COM)

Peristiwa ini lalu mengundang reaksi warganet, khususnya warganet Jepang yang menjadi tuan rumah olimpiade.

"Apa yang dilakukan adalah lelucon dan tindakan yang tidak termaafkan."

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved