Virus Corona

Media Asing Soroti Meningkatnya Jumlah Anak Yatim Piatu akibat Covid-19 di Indonesia

Ribuan anak di Indonesia menjadi yatim piatu dalam waktu singkat, mereka harus kehilangan orangtua karena terinfeksi virus corona Covid-19.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Rizki A
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
ILUSTRASI - Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (26/3/2020). Ribuan anak di Indonesia menjadi yatim piatu dalam waktu singkat, mereka harus kehilangan orangtua karena terinfeksi virus corona Covid-19. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama lebih dari 1,5 tahun di Indonesia.

Selama itu pula, kasus kematian terus meningkat, dan kisah pilu akibat Covid-19 merebak.

Ribuan anak di Indonesia menjadi yatim piatu dalam waktu singkat, mereka harus kehilangan orangtua karena terinfeksi virus corona.

Diperkirakan, jumlah anak yang kehilangan ayah atau ibunya atau bahkan keduanya semakin bertambah.

Bahkan, meningkatnya jumlah anak yang menjadi yatim piatu karena Covid-19 menjadi sorotan sejumlah media asing:

1. The Australian

Media asal Australia, The Australian menyoroti fenomena meningkatnya jumlah anak yatim piatu di Indonesia akibat Covid-19.

Fenomena ini dimuat dalam artikel berjudul "Indonesia facing generation of Covid orphans", yang tayang pada Rabu (4/8/2021).

Pada Selasa (3/8/2021), jumlah kematian akibat Covid-19 di Indonesia telah menembus angka 100.000.

Dalam artikel itu, disebutkan bahwa pemerintah Indonesia telah berjanji untuk memberikan perlindungan dan memenuhi kebutuhan ribuan anak yang kehilangan orangtua mereka karena Covid-19.

"Pemerintah akan menjamin perlindungan terhadap anak-anak yang kehilangan orangtua mereka karena Covid-19," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, Rabu.

"Perkembangan anak-anak ini membutuhkan perhatian serius, baik untuk perkembangan fisik, mental, spiritual, maupun sosial mereka," lanjutnya.

Bintang Puspayoga juga mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan lembaga lain untuk memonitor anak-anak yatim piatu akibat Covid-19.

Sehingga, perkembangan mereka tidak akan terabaikan.

Warga silih berganti mendatangi rumah Vino, sembari memberikan bingkisan sembako dan makanan siap saji untuk kebutuhannya di Kampung Linggang Purworejo RT 4, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (20/7/2021). Bocah 10 tahun ini menjadi yatim piatu setelah orangtuanya, ibu bapaknya meninggal dunia yang diketahui terpapar Covid-19.
Warga silih berganti mendatangi rumah Vino, sembari memberikan bingkisan sembako dan makanan siap saji untuk kebutuhannya di Kampung Linggang Purworejo RT 4, Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (20/7/2021). Bocah 10 tahun ini menjadi yatim piatu setelah orangtuanya, ibu bapaknya meninggal dunia yang diketahui terpapar Covid-19. (TribunKaltim.co/Zainul)

Baca juga: Kisah Vino, Anak Usia 10 Tahun Isolasi Mandiri Sendirian, Ayah Ibu Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Baca juga: Kisah Pendonor Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19: Tak Ingin Orang Lain Mengalami Hal yang Sama

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved